29 Instansi Amankan Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Murhum

PUBLIKSATU, BAUBAU - Jumlah personil pengamanan angkutan natal 2018 dan tahun baru 2019 di Pelabuhan Murhum nampak sedikit berbeda dengan sebelumnya. Sedikitnya, 132 orang petugas dari 29 instansi berbeda akan terlibat mengatur mobilisasi di kawasan tersebut.
Instansi tersebut yakni UPP Baubau, Kodim 1413/Buton, Polsek KP3, Pos TNI AL, Denpom, Dishub, Sat Pol PP, Sat Lantas, Sat Pol Air, Basarnas, Stasiun Radio Pantai, Stasiun Kepanduan, Pemadam Kebakaran dan Kesehatan Pelabuhan.
Kemudian, Karantina Ikan, Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan, ASDP, Pelni, PT Dharma Lautan Utama, PT Wahyu Samudera Timur, PT Aksar Saputra Lines, PT Mira Cipta Sombu, PT Uki Raya Lines, PT Dharma Indah, PT Fungka Permata Grup, PT Boy Bahtera Mandiri, PT Global Ekspres Lines dan Koperasi TKBM.
Kapolsek KP3 Baubau, AKP Bayu Laras Tutuka mengatakan, pusat posko petugas gabungan tersebut akan ditempatkan di ruang tunggu pelabuhan. Menurut informasi, posko tersebut mulai dibangun 18 Desember 2018 mendatang.
"Hasil rapat bersama Syahbandar dan instansi kemarin, arus penumpang diprediksi naik tiga persen. Kita akan bersinergi dengan instansi terkait itu untuk pengamanan area pelabuhan ini," jelas Bayu dikonfirmasi di kantornya, Kamis (13/22).
Menurut dia, petugas akan menerapkan pola pengamanan secara terbuka dan tertutup. Selain itu, petugas juga akan ditempatkan di tiga titik yakni gerbang masuk kawasan, pintu ruang tunggu dan kapal.
"Insya Allah arus angkutan natal dan tahun baru kali ini aman, karena kita sudah tambahan personil dari instansi lain. Sehingga akan lebih mudah memonitor orang-orang yang sudah diindikasikan melakukan kejahatan," tegasnya.
Menurut dia, kejahatan yang paling rawan terjadi di pelabuhan Murhum adalah aksi pencurian. Modul para pelaku kerap menyamar sebagai penumpang dan lengkapi diri dengan tiket. Pelaku melancarkan aksi di atas kapal dan mengincar penumpang yang sedang terlelap.
"Kami himbau kepada calon penumpang untuk menjaga baik-baik barangnya. Jangan sekali-kali ditinggal atau dititipkan kepada orang yang tidak dikenal. Karena banyak kejadian orang kecurian karena menitipkan barang ke orang tak dikenal," tandas Polisi yang pernah bertugas di kesatuan Brimob ini.(exa)