KALEIDOSKOP BUTENG 2018

1. Wabup Buteng Kempesin Ban Mobdis Terparkir di Wamengkoli
Sedikitnya delapan unit mobil dinas (Mobdis) Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) yang sengaja diparkir pejabat pemiliknya di Pelabuhan Wamengkoli karena tinggal di Kota Baubau, dikempeskan Wakil Bupati (Wabup) Kapten Inf (Purn) La Ntau saat melakukan inspeksi, Kamis (4/1) malam.
Tindakan tegas itu terpaksa diambil karena sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali peringatan bahkan ancaman, baik melalui apel maupun pertemuan-pertemuan resmi kepada para pejabat pemilik Mobdis. Utamanya para pejabat yang tinggal di Kota Baubau, sehingga mengharuskan mereka pulang pergi bertugas di Buteng.
"Tindakan tegas ini kita lakukan karena pak bupati juga sudah mengeluhkan banyaknya kendaraan dinas yang terparkir di Wamengkoli. Terpaksa kita bergerak tadi malam, ternyata betul masih banyak kendaraan dinas yang terparkir dan langsung kita kasih kempes," ungkap Wabup La Ntau ditemui di kediamannya, Jumat (5/1).
2. Puluhan PTT "Seruduk" Dinkes Buteng
Perampingan tenaga honorer yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pada setiap SKPD rupanya menimbulkan aksi protes dari para anak magang. Salah satunya datang dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) Dinas Kesehatan (Dinkes).
Puluhan PTT yang telah diberhentikan sepihak dan kebanyakan honor atau magang di puskesmas-pusekesmas itu langsung "menyeruduk" Dinkes Buteng dengan melakukan aksi unjuk rasa, Selasa (9/1). Mereka tergabung dalam barisan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Buteng dan Pemerhati Masyarakat Buteng.
Berbagai poster yang mereka bawa bertuliskan penolakan terhadap perampingan tenaga honorer. Diantaranya, "Hentikan Perampingan Anak Magang Buteng", "Perampingan = Mati" dan "Kami Hanya Butuh Keadilan".
Sebelum mendatangi Dinkes Buteng, mereka terlebih dahulu menyuarakan aspirasinya di depan kantor bupati. Tak lama kemudian mereka bergeser ke Dinkes Buteng meminta bertemu langsung dengan Kadis Kesehantan H Saharin.
3. Buteng Miliki Kapal SAR
Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) melalui Badan penanggulangan Bencana Saerah (BPBD) mendapatkan bantuan satu unit kapal cepat Search And Rescue (SAR) dari Badan Nasional Penanggilangan Bencana (BNPB) senilai Rp 2,4 miliar.
Sebelum diresmikan untuk beroperasi, kapal berkapasitas 150 pk dengan panjang 8,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 2,5 meter itu diadakan syukuran dan doa selamatan saat berlabuh di Jembatan Lakudo, Jumat (12/1)
Acara khusus yang digelar di dalam kapal tersebut diikuti langsung Bupati Buteng H Samahuddin, didampingi Sekab La Ode Hasimin, Asisten I La Saripi, Asisten III LM Mursal Zubair, Kepala BPBD Muhammad Yusuf, Kadis Kominfo La Ota, dan beberapa Kepala SKPD.
Bupati Samahuddin ditemui usai doa selamatan tersebut mengatakan bantuan kapal tersebut merupakan berkah dari allah SWT yang wajib disyukuri setelah melelui lobi di pemerintah pusat. Dia mengaku kapal SAR ini sangat bermanfaat sekali untuk Kabupaten Buteng sebagai daerah perairan.
4. Pejabat Hasil Lelang Sembilan SKPD Buteng Dilantik
Pejabat eselon II hasil seleksi terbuka pada sembilan SKPD akhirnya dilantik Bupati Buton Tengah (Buteng) H samahuddin bersama 140 pejabat eselon III dan IV lainnya di Lapangan Kembar Melai Lakudo, Jumat (12/1) sore.
Sembilan SKPD tersebut yakni Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) dijabat Sabaruddin Nur SSTP, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) dijabat Dra Nurlia Husuni MSi, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) dijabat Abdullah SPd, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian dijabat La Ota SPd.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dijabat Drs Usman B MPd, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dijabat Samrin SPd MPd, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dijabat La Ode Syamsuddin Pamone ST MT, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dijabat Muhammad Yusuf SE MSi, dan Badan Pendapatan Daerah dijabat Lukman SPd MPd.
Kepala Badan Pendapatan yang sebelumnya dijabat H La Maeta BSc digeser menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang dijabatnya sebagai Pelaksana tugas (Plt) karena ditinggalkan Wa Ode Nuriani (Isteri mantan Pj Bupati La Ode Ali Akbar) yang pindah tugas ke provinsi.
5. Pembangunan Gapura Masjid Mawasangka, Samahuddin Sumbang Rp 15 Juta
Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin secara pribadi menyumbang Rp 15 juta untuk pembangunan Gapura dan pagar Masjid Raya Nurul Yakin Kecamatan Mawasangka saat melakukan peletakan batu pertama pembangunannya, Senin (15/1).
Acara peletakan batu pertama tersebut ikut dihadiri Sekab La Ode Hasimin, anggota DPRD Kadir Teme, ketiga Asisten Setda Buteng, Camat Mawasangka Erika Anzarsari, Danramil Mawasangka Kapten Inf Didy Arman, Kapolsek Mawasangka Iptu Panawi, para Kepala SKPD, dan panitia pembangunan masjid.
"Sebagai tanah kelahiran, saya secara pribadi menyumbang Rp 15 juta untuk pembangunan gapura dan pagar Masjid Raya Mawasangka ini. Nanti saya suruh ajudan serahkan kepada panitia masjid," kata Samahuddin saat memberikan sambutan.
6. Diduga Ngebut, Mobil Terguling Tewaskan Sopir di Mawasangka
Sebuah mobil putih jenis Suzuki Ertiga bernomor polisi B 1535 FKV, mengagetkan warga sekitar saat terguling beberapa kali di depan SMPN 1 Mawasangka atau SMP Negeri 8 Buton Tengah (Buteng), sekitar pukul 07.00 wita, Minggu (28/1).
Saat didekati warga, ditemukan sopir yang belakangan diketahui bernama Thomas (29), warga Kelurahan Lakorua, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng), sudah bersimbah darah dan meninggal di tempat. Sementara empat penumpangnya hanya mengalami luka ringan, satu diantaranya mendapat pemulihan di Puskesmas Mawasangka.
7. Gerak Buteng Tuntut Ibukota Labungkari Difungsikan
Belum adanya kejelasan pembangunan perkantoran di kawasan Labungkari sampai saat ini sejak Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mekar 21 Juli 2014 lalu, mendatangkan kekhawatiran bagi Gerakan Rakyat (Gerak) Buteng jika kawasan seluas 214 hektar itu tidak difungsikan sebagai ibukota kabupaten.
Untuk mendapatkan kejelasan langsung dari pemerintah daerah, Gerak Buteng dengan puluhan massanya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati dan kantor DPRD, Rabu (31/1).
Korlap aksi Ahmad Agung dan Ramadan Ances, dalam press releasenya meyayangkan Pemkab Buteng yang sampai hari ini belum merealisasikan pembangunan perkantoran di Labungkari sebagai ibukota Kabupaten Buteng.
"Sejak dimekarkannya Kabupaten Buteng dari induknya Kabupaten Buton yang ditetapkan pada 24 Juli 2014, malah melahirkan persoalan-persoalan baru. Persoalan ini kemudian merampas harapan kebahagiaan dan memudarkan angan-angan akan kesejahteraan masyarakat Buton Tengah," ungkapnya.
Menurut Ahmad Agung, Undang-undang RI nomor 15 tahun 2014 tentang pembentukan Kabupaten Buteng, pada pasal 7 menetapkan Labungkari sebagai kedudukan ibukota Buteng, namun pembangunan perkantoran pemerintah daerah tidak kunjung dilakukan. (***)