Baubau Ramah Bagi Penyandang Disabilitas

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kota Baubau menunjukkan diri sebagai daerah yang ramah bagi warga penyandang disabilitas. Pemerintah Kota (Pemkot) pemilik benteng terluas di dunia ini pun berkomitmen juga menyediakan pelayanan publik kepada kaum yang memiliki keterbatasan diri itu.
Tema "Membangun Baubau Inklusi dan Ramah Disabilitas diangkat dalam peringatan Hari Disabilitas Sedunia 2018 di aula Palagimata, Sabtu (15/12). Peringatan ini dihadiri Wali Kota AS Tamrin, Wakil Wali Kota La Ode Ahmad Monianse, Sekot Roni Muhtar, Kepada OPD lingkup Pemkot, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Baubau La Ode Fridi dan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi psikiologi, pameran hasil karya SLB, penyerahan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, dialog membangun Baubau inklusi dan ramah disabilitas, serta hiburan yang ditampilkan penyandang disabilitas Baubau.
Wali Kota Baubau AS Tamrin menegaskan, pada dasarnya penyandang disabilitas hak yang sama seperti manusia normal lainnya. Hak Asasi Manusia (HAM) tidak membedakan orang berkebutuhan khusus itu dengan warga pada umumnya.
"Saya berharap peringatan ini dapat menjadi dorongan semua pihak untuk turut memberikan kepedulian dan perhatiannya kepada warga penyandang disabilitas. Saya juga minta Camat dan Lurah agar memperhatikan dan mendata secara detail penyandang disabiltas di wilayahnya masing-masing, supaya semua bisa mendapat bantuan dari pemerintah," ujar Tamrin saat memberikan sambutan.
Sementara itu, Kabid Rehiabilitasi Sosial Dinas Sosia Baubau, Lia Amalia Muchlisi mengatakan, total jumlah penyandang disabilitas miskin dan rentan miskin di Kota Baubau yang tercatat sebanyak 795 orang. Paling banyak disabilitas ketegori cacat fisik.
"Itu tersebar disejumlah kelurahan di Kota Baubau. Bisa saja jumlah masih lebih banyak, karena mungkin belum semua terdata 2018 ini. Dan Alhamdullilah, kita satu-satunya di Sulawesi Tenggara yang adakan peringatan hari disabilitas ini," imbuh Lia usai kegiatan.
Dia menuturkan, sebagai bentuk perhatian, pihaknya juga mengupayakan bantuan bagi penyandang disabilitas dari APBN, APBD Sultra dan APBD Baubau. "Dari dana dekonsentrasi tahun ini kita menyalurkan 23 unit berupa alat dengar, tongkat penyangga dan kursi roda buat personal," urainya.
Selain itu, beber dia, ada pula 56 paket bantuan buat SLB dan panti anak. Itu terdiri dari lemari perorangan anak, seprei, selimut dan kasur.
"Bantuan dari pusat juga masih dalam proses pengiriman sebanyak 99 unit juga berupa kursi roda, tongkat, kacamata dan alat dengar. Rencananya akan diserahkan pada 24 Desember 2018," tukasnya.
Menurut dia, perhatian terhadap disabilitas ini akan jauh lebih meningkat lagi pada 2019 mendatang. Sedikitnya, ada tiga jenis bantuan sudah masuk komitmen untuk disalurkan.
Ditempat yang sama, seorang penyandang disabiltas, Parman berharap pemerintah lebih melebarkan lagi bentuk perhatiannya terhadap kaum disabilitas. "Semoga bukan hanya sebatas ini tapi kalau bisa kami dibantu juga untuk modal untuk berusaha," asa warga Kelurahan Karya Baru Kecamatan Sorawolio ini.(exa)
Wali Kota Baubau AS Tamrin menyerahkan bantuan pada sejumlah penyandang disabilitas di aula Palagimata, Sabtu (15/12).