Berita Terkini
Tajuk

Insentif Bidan RS Raha dan Derita Pasien

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 17 Desember 2018 19:09 WIB · 1 menit baca
Insentif Bidan RS Raha dan Derita Pasien
Para Bidan di RS Raha yang mogok

MOGOK lagi. Mogok lagi. Yah, aksi mogok para bidan RS Raha sudah kesekian kalinya. Terhitung Jumat 14 Desember dan Senin 17 Desember para bidan memilih tak bekerja. Akibatnya, banyak pasien tak mendapat pelayanan maksimal.

Aksi ini merupakan "teriakan" para bidan yang menuntut pemerataan jumlah insentif yang dianggap tak merata. Ada perbedaan nilai, bidan dibayar Rp 700 ribu, sementara perawat dibayarkan Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta. Padahal, menurut mereka, beban kerja tidak ada yang beda.

Ironisnya, akibat aksi mogok Jumat lalu, ada bayi meninggal dunia karena diduga terlambat ditangani. Tak ada bidan yang membantu dokter melakukan operasi saat itu.

Menyikapi persoalan ini, pemerintah daerah ataupun pihak RS harus segera bersikap. Jangan menutup mata. Jangan tunggu korban berikutnya, baru mau bertindak.

Solusinya ada dua. Apakah menambah jumlah insentif para bidan atau justru menurunkan jumlah insentif perawat. Intinya adalah para bidan mau menerima kebijakan itu dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Sebab, apapun persoalannya, keselamatan pasien adalah yang paling utama. Jangan hanya karena persoalan insentif, satu nyawa melayang. (***)