Berita Terkini
Baubau

Wawali Baubau Beri Peringatan Keras Kepada Kepala OPD

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 28 Desember 2018 14:27 WIB · 2 menit baca
Wawali Baubau Beri Peringatan Keras Kepada Kepala OPD
Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse

PUBLIKSATU, BAUBAU - Wakil Wali (Wawali) Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse mewarning para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Baubau agar mampu menterjemahkan dan merealisasikan visi-misi pasangan Tampil Manis. Bila tidak, kepala OPD akan dievaluasi, atau tidak lebih baik mengundurkan diri sejak dini.

Hal tersebut disampikan 02 Kota Baubau itu dalam Forum Stakeholder pembahasan Rencana Pembangunan Jangka menengah Daerah (RPJMD) di Aula Bappeda, Kamis (27/12). Hadir dalam dalam rapat forum tersebut, para kepala OPD lingkup Pemkot dan sejumlah pihak.

Di hadapan peserta itu, pria yang biasa disapa Moni itu RPJMD sifatnya masih umum dan masih harus dijabarkan dalam rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja (Renja) OPD. Karena itu, ia mengajak kepala OPD dan selulur jajaran OPD baik eselon III maupun empat untuk bahu-membahu melahirkan Renstra dan Renca yang mampu melaksanakan visi-misi kepala daerah.

Ia menekankan, kepala kepala OPD lingkup Pemkot Baubau agar terlibat dalam Rencana Strategis (Renstra) OPD. Tidak hanya menyerahkan pelaksanaan RPJMD kepada para Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan. "Saya tidak meremekan pejabat eselon tiga dan empat, tapi mereka belum mampu ke situ," ungkap Ketua PDIP Kota Baubua itu.

Kepala OPD, lanjutnya, harus mampu menterjemahkan visi-misi wali kota dan wakil wali kota. Bila tidak, maka OPD akan dievaluasi. "Bila perlu mengundurkan diri memang. Ini bukan ancaman, tapi peringatan keras dari Pak Wali Kota," tegas Moni.

Sebelumnya perwakilan tim ahli penyusunan RPJMD menyampaikan, yang bisa mewujudkan janji-janji politik kepala daerah adalah OPD. Karena itu, jika OPD-nya merencanakan program tidak sesuai dengan visi-misi kepala daerah, maka janji-janji politik kepala daerah tidak akan pernah terealisasi.

"Bagimana janji-janji politik kepala daerah bisa terealisasi kalau rencana kerja OPD tidak sesuai dengan janji-janji politik kepala daerah?" ujar perwakilan tim ahli penyusunan RPJMD dalam forum stakeholder itu.