Penipuan SPP di UMB Ditangani Polisi

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kurang lebih 80 mahasiswa Unirversitas Muhammadiyah Buton (UMB) tertipu. Motifnya melalui pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) yang disertokan ke bank melalui perantara. Rupanya uang tersebut tidak masuk ke rekening kampus.
Praktek penipuan tersebut berlangsung sejak tahun 2016 lalu. Kejadian tersebut terkuak saat salah seorang mahasiswa melakukan penawaran untuk semester VII, namun pihak kampus tidak memberikan kecuali mahasiswa tersebut membayar dulu SPP semester sebelumnya.
Mahasiswa tersebut kaget, karena dia merasa selama dari semester II hingga semester VI tidak pernah nunggak SPP. Cuma saja saat penyetoran SPP mereka mempercayakannya sama salah satu rekan mereka. Rupanya rekan mereka tersebut membuat slip palsu yang mirip slip pembayaran SPP yang dikeluarkan kampus UMB.
Sala seorang mahasisa UMB jurusan Biologi Fakultas Ilmu Pendidikan, menceritakan kronologis kejadian yang menimpa dirimya bersama teman-teman seangkatan yang jadi korban penipuan slip palsu tersebut.
Dia mengaku bersama temant-teman seangkatannya kurang lebih 80 orang mengumpulkan uang SPP dengan menitipkannya kepada pelaku yang tidak lain masih mahasiswa juga. Kata dia, orang tersebut menawarkan diri untuk membantu teman-temannya membayarkan uang SPP mereka di bank.
Singkat cerita, menurut mahasiswi tersebut mereka mengalami kejadian tersebut sejak masih semester II sementara kini sudah memasuki semester VII. Artinya kejadian yang menimpa mereka sudah berjalan sejak tahun 2016 yang lalu.
Setelah masalah ini mulai muncul di permukan, para mahasiswa melakukan pertemuan sama pihak kampus. Bahkan sebelumnya pernah rapat dengan rektor. Hasilnya, rektor mengatakan menegaskan para mahasiswa tak perlu kuatir jika masalah itu tak sampai ke ranah hukum. "Jadi kami merasa seolah-olah diarahkan oleh rektor tidak boleh melapor," ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMB, Wa Ode Alzarliani, saat dikonfirmasi soal dugaan penipuan tersebut, dirinya mengatakan sebaiknya untuk masalah ini konfirmasi langsung sama eks Dekan FKIP sebelumnya.
"Untuk masalah slip bodong ini sudah lama kami bahas dan kenapa juga adik-adik mahasiswa menitip kepada orang lain membayar SPP di bank," kata Alzarliani saat dikonfirmasi via telp.
Terpisah mantan Dekan FKIP, Ma'ruf membenarkan adanya penipuan tersebut. Kata dia persoalan tersebut sudah dibahas di internal kampus dan selebihnya sudah ditangani pihak kepolisian.
"Secara internal kami sudah selesai membicarakan insiden ini dan kami berharap pelakunya segera ditangkap, sebab laporan sudah masuk di kepolisian," terangnya.
Polres Baubau, melalui Kasubag Humas Iptu Suleman membenarkan adanya laporan kasus penipun SPP di UM Buton tersebut. Saat ini pihaknya sedang memproses laporan tersebut.
Menurut Suleman, saat ini pihaknya sudah ada langkan-langka pemeriksaan terhadap saksi-saksi maupun pihak terlapor yang berstatus mahasiswa. Selanjutnya pihaknya akan menggelar perkara.
"Memang benar laporanya sudah kepada kami setelah itu dilakukan gelar perkara, kemudian dalam waktu dekat akan dinaika statusnya jadi penyidikan," kata Suleman saat dihubungi via telp. (p5)