Rektor UMB: Pahami Kompentensi Dasar, Jadilah Guru Profesional
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Rektor Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Dr. Wa Ode Alzarliani, melepas magang satu dan dua sekitar 1196 mahasiswa yang tersebar di 64 sekolah di Kota Baubau, untuk melakukan magang selama satu pekan.
"SMA empat sekolah, SMP 21 sekolah, SD 21 sekolah dan TK 18 sekolah, dan totalnya 64 sekolah. Tujuan magang satu, bagaimana universitas memberikan tanggung jawabnya untuk menjadikan calon sarjana pendidikan kelak mereka menjadi guru yang betul-betul memiliki kualitas dan profesional di bidangnya. Salah satunya, bagaimana membekali mahasiswa dengan magang satu, yakni mereka hadir di sekolah untuk melakukan observasi lingkungan sekolahnya terkait dengan cultur di sekolah itu. Sementara khusus magang dua, yakni bagaimana mahasiswa tersebut mengasah dan memacu diri untuk belajar di sekolah tempat dia magang belajar membuat rancangan perankat pembelajaran (RPP, red) dan materi-materi RPP nya," demikian dijelaskan Ibu Rektor UMB, Dr. Wa Ode Alzarliani, SP, MM, kemarin di rung kerjanya.
Selanjutnya, kata ibu Rektor, magang satu dan magang dua nanti akan terakumulasi dengan magang tiga, yakni peraktek pengalaman lapangan (PPL). Karena dalam PPL nanti alokasi waktu yang dibutuhkan agak sedikit lama, kurang lebih sebulan di lapangan di banding dengan magang satu dan dua yang hanya seminggu waktunya. "Disana mereka bukan hanya melakukan observasi lingkungan sekolah, membuat RPP tapi mahasiswa sudah dituntut untuk bisa mengajar. Disinilah mahasiswa bisa belajar lebih banyak bagaimana menjadi guru yang sesungguhnya," ungkap Rektor penganti Suriadi itu.
Menurut Ibu Rektor, diharapkan kedepan bagi mahasiswa yang sudah memprogramkan magang satu dan dua benar-benar memahami bagaimana untuk bisa menjadi guru profesional. Paling tidak ada empat yang harus dikuasai oleh guru profesional, yakni kompentensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
"Dan ini harus dipahami secara holistik atau menyeluru, bukan hanya satu-satu dia paham tapi harus selurunya. Misalnya, seorang guru harus memiliki wibawah agar ilmu yang kita sampaikan bisa diterima dan dimegerti murid kita, jangan ditakuti kalau ditakuti pasti ilmu yang kita sampaikan pasti tidak akan mampu diterima dengan baik peserta didik kita di sekolah," katanya.
Dia juga menegaskan, bahwa manusia dituntut untuk bisa bermanfaat bagi manusia lain. Sebagaimana sabda Rasulullah, bahwa manusia harus bisa bermanfaat bagi orang lain sehingga seorang guru harus bisa memahami dengan baik potensi sosialnya. Agar mampu melakukan komunikasi sosial bagi murid dan orang tuanya, sehingga benar-benar terjalin komunikasi dengan baik sekolah dan lingkugan rumah siswanya.
"Jadi selama ini kan mahasiswa sudah memperoleh teori selama kuliah. Maka magang satu dan dua, lalu pada saat PPL nanti disitulah sesunggunya praktek yang sebenarnya, jadi antara teori dan praktek harus mampu dipadukan sehingga bisa benar-benar melahirkan guru yang profesional," tandasnya.
Ibu Rektor juga menamfik soal guru yang hanya sekedar mentransfer ilmu saja, sehingga alumni UMB khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dituntut untuk bisa menjadi guru yang lebih profesional.
"Inilah yang coba kami hadirkan, agar alumni tidak hanya sekedar mentransfer ilmu saja, tapi dengan bekal empat kompotensi dasar tadi, utamanya komptensi sosial dan kepribadian tadi benar-benar memiliki kepribadian. Karena begini kalau hanya kita memiliki kompetensi profesional tanpa dibarengi kompetensi kepribadian maka akan hancur negara ini, misalnya kalau hanya pintar tapi tidak memiliki ahlaktul qarimah (prilaku yang baik, red) tidak akan mampu menjadi contoh yang baik buat murid atau siswanya. Apalagi siswa atau murid biasanya lebih mendengar bicaranya gurunya ketimbang orang lain," katanya. (mus)