TransNusa Mendarat di Bandara Betoambari, Wings tak Tersaingi

PUBLIKSATU, BAUBAU - Wings Air kini bukan lagi satu-satunya pilihan transportasi udara di Kota Baubau. Menyusul, maskapai TranNusa resmi mendarat perdana di Bandara Betoambari, Senin (16/9) kemarin.
Untuk saat ini, TransNusa baru melayani satu hari satu penerbangan dengan rute Baubau-Makassar dan sebaliknya.
"Yang melatarbelakangi kita membuka rute di Baubau karena permintaan tinggi. Dilihat dari data pesaing yang ada, itu hampir selalu penuh," kata Regional Manager TransNusa Sulawesi, Syamsul Adnan.
Dia menjelaskan, TranNusa juga menyediakan bagasi garatis sebesar 10 kilogram per penumpang. Selain itu, layanan penerbangan hingga 30 September 2019, setiap penumpang juga diberi bonus lima kilogram.
Pihak Wings Air sendiri merasa belum perlu menyiapkan strategi khusus dengan masuknya TransNusa tersebut. Semua tetap berjalan seperti biasa, tidak ada persaingan yang mengancam eksistensi usaha.
"Saya kira semua boleh membuka usaha. Kita tidak merasa (tersaingi). Penumpang kita rute Baubau - Makassar atau sebaliknya selalu penuh 72 sheet (kursi)," kata Komang Astawa dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Ia menepis isu bahwa pihaknya terpaksa menurunkan tarif tiket kompetitif. Saat ini, tarif tiket Wing Air rute Baubau - Makassar dan sebaliknya bermain di harga Rp 600 ribu lebih.
"Kalau bagasi kita maksimal ukuran 20, 30, 35 dan berat tujuh kilogram. Lewat dari itu berbayar. Tetapi, yang jelas ini tidak ada kaitannya dengan kehadiran TransNusa. Tarif itu ada manajemen marketing tersendiri," imbuhnya.
Komang juga menceritakan sejarah Wings Air membuka rute di Kota Baubau sejak awal 2010 lalu. Saat itu, pihaknya baru melayani tujuan Makassar.
"Sekarang kita sudah tiga kali Makassar dan satu kali Kendari setiap harinya. Selama sembilan tahun ini, waktu silih berganti kita tetap bertahan di Kota Baubau. Ini semua karena kepercayaan masyarakat kepada kami," pungkasnya. (exa)