Tingkatkan Pengawasan FKMA, Imigrasi Baubau Bentuk Timpora

PUBLIKSATU, BAUBAU - Menjelang Festival Keraton Masyarakat Adat Asean (FKMA) VI Polima Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kantor Imigrasi Kelas III Kota Baubau tengah mempersiapkan diri untuk meningkatkan pengawasan atas kunjungan wisatawan asing.
Bersama dengan Kepolisian, Kejaksaan, Dinas Pariwisata dan Tenaga Kerja, pihaknya telah membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) pada FKMA yang akan digelar mulai 18-21 November 2019.
"Kita sudah berkoordinasi dengan instansi terkait yang dalam hal ini Pemda. Dan kemudian kita juga sudah bekerjasama dengan dinas pariwisata. WNI yang datang tentu kita sebagai institusi yang menangani itu berkewajiban melakukan pengawasan mulai datang sampai selesai kunjungan di kita Baubau ini. Pariwisata sudah memberikan informasi kepada kita, tinggal kita lihat seberapa banyak WNA dan apa saja yang mereka lakukan di Baubau," kata Kepala Kantor Imigrasi Baubau, M Yusuf saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/9/2019).
"Pihak panitia dari dinas pariwisata sudah memberikan donasi kita dan instansi-instansi terkait. Kita juga kan ada Tim Pengawas Orang Asin (Timpora) kepolisian, kejaksaan, Dispar dan tenaga kerja. Kita juga bekerjasama dengan intelijen," sambungnya.
Kendati demikian, Yusuf mengaku belum menerima data lengkap wisatawan mancanegara (wisman) yang akan datang menghadiri event internasional tersebut. Namun ada sebagian wisman yang hadir saat Festival Budaya Tua Buton beberapa waktu lalu sudah masuk di Kota Baubau.
"Sampai sekarang sudah ada undangan disampaikan kepada kami, nanti datanya menyusul. Kemarin dari Buton mereka sudah bergerak masuk ke sini tapi tidak semuanya. Ada juga pergi ke provinsi lain.
Lebih lanjut ia mengatakan, selain pengawasan pihaknya juga akan melayani perpanjangan izin tinggal para WNA jika masa berlakunya sudah habis. "Jika ada yang sudah habis masa berlakunya izin tinggal, maka kita bantu juga perpanjangan," tukasnya.
Lebih lanjut Yusuf menaruh harapan untuk FKMA nanti bisa berjalan sukses dan bisa mendongkrak roda perekonomian di Kepulauan Buton khususnya Kota Baubau.
"Kita berharap ini kesempatan bagi masyarakat Kepulauan Buton dan Baubau khususnya kita perkenalkan kepada mereka inilah kebudayaan dan adat istiadat Baubau. Dan mereka akan banyak lagi yang datang. Karena Buton kepulauan ini punya keistimewaan berbeda dengan daerah lain. Mudahan-mudahan wisata bisa kita jual sehingga banyak investor dab roda perekonomian berputar dengan baik," harapnya.
Seperti yang pernah dilansir media ini, Pemerintah Kota Baubau telah mengirim surat ke kerajaaan atau kesultanan yang ada di wilayah Asia Tenggara. Pemkot menargetkan 150 kerajaan/kesultanan yang akan hadir. Beberapa kerajaan diantaranya telah menyampaikan kesediaannya yakni Korea, Thailand dan Srilanka. (sim)