Berita Terkini
Baubau

Ikut Berkabung, Civitas Akademika STKIP Pelnus Buton Heningkan Cipta atas Meninggalnya Randi dan Yusuf

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 30 September 2019 18:39 WIB · 2 menit baca
Ikut Berkabung, Civitas Akademika STKIP Pelnus Buton Heningkan Cipta atas Meninggalnya Randi dan Yusuf

PUBLIKSATU, BAUBAU - STKIP Pelita Nusantara Buton menggelar kegiatan Orientasi pengenalan kampus (Ospek) mahasiswa baru untuk membangun karakter berbasis tri dharma perguruan tinggi menuju era revolusi industri 4.0 di TPA Wakonti, Kota Baubau, kemarin.

Ketua STKIP Pelnus Buton, Muhamad Salim meminta kepada mahasiswa agar selalu siap menghadapi perubahan dan tantangan zaman yang semakin pesat seiring percepatan teknologi informasi. Mahasiswa juga diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas dan kemampuan diri dalam membuka lapangan kerja.

"Ke depan diharapkan kepada mahasiswa STKIP Pelnus Buton untuk lebih bisa membawa diri dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman, karena kekinian semakin menuntut kita untuk lebih bisa menciptakan sesuatu. Bila mahasiswa saat ini menganggap kampus menciptakan lapangan pekerjaan maka esensi kampus bukan seperti demikian, melainkan melalui kampuslah kita belajar mendesain supaya kedepan kita mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Maka dari itu, bukan kampusnya yang harus besar atau kecil, tetapi tergantung kepada mahasiswanya apakah mau belajar atau hanya sekedar main-main," sambut Muhammad Salim.

Sementara itu, Ketua Panitia Ospek, Aris Susanto mengatakan, selain pengenalan kampus, civitas akademika STKIP Pelita Nusantara Buton juga ikut berkabung mengheningkan cipta atas meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Randi dan M Yusuf Kardawi saat melakukan demonstrasi menolak revisi UU KPK dan RKUHP di kantor DPRD Sultra beberapa waktu lalu.

"Alasan tersebut dilalukan agar mahasiswa memiliki rasa solidaritas sesama, bukan karena mereka berasal dari kampus yg sama melainkan identitas yg sama yg melekat pada diri mahasiswa. Selain itu, Ketua Panitia juga mengajak kepada seluruh mahasiswa STKIP Pelnus Buton untuk mengucapkan dengan lantang sumpah Mahasiswa Indonesia," kata Aris Susanto.

Lanjut ia menambahkan, pihaknya sengaja mengonsentrasikan kegiatan tersebut di Tempat pembuangan akhir karena berbasis lingkungan hidup.

"Ada juga materi dari UPTD Persampahan yang bawa materi. Salah satu poin pentingnya tentang selain pentingnya membuang sampah pada tempatnya juga mengajak kepada semua komponen masyarakat sadar akan pemanfaatan lingkungan dengan memperhatikan sampah yang berserahkan," imbuhnya.

Untuk diketahui, mahasiswa baru yang ikut Ospek tahun ini berjumlah 67 orang terbagi dari 4 Program Studi yakni Pendidikan Matematika, Pendidikan Geografi, PGSD dan Pendidikan Olahraga. (PS)