Berita Terkini
Baubau

Jasad Nelayan Puma Ditemukan Terapung

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 30 September 2019 15:47 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Jasad Nelayan Puma Ditemukan Terapung

PUBLIKSATU, BAUBAU - Seorang nelayan asal Pulau Makasar (Puma) Kota Baubau, Fahilu (74) gugur saat menjalankan aktivitas. Jasadnya ditemukan dalam keadaan terapung di selat Kapontori Kabupaten Buton, Sabtu (28/9) siang.

Almarhum Fahilu merupakan warga Liwuto, salah satu kelurahan di Puma Kecamatan Kokalukuna. Pelaut tulen ini ditemukan sudah tidak bernyawa di perairan depan Desa Boneatiro Kecamatan Kapontori oleh tim SAR Baubau.

Menurut cerita, korban sendirian turun melaut di perairan tidak jauh dari ditemukan mayatnya, Jumat (27/9) sekitar pukul 07.00 Wita. Hari itu, korban belum pulang di rumah hingga siang hari seperti biasa.

"Sampai sore hari tidak kembali, keluarganya cari, tapi tidak ditemukan di tempat mancingnya. Lalu, keluarganya melapor ke Polsek Kapontori," kata Kepala Pos Basarnas Kota Baubau, Susandi Padli dikonfirmasi via telepon seluler, Sabtu.

Anggota Polsek dibantu masyarakat berupaya melakukan pencarian korban hingga malam hari, namun belum membuahkan hasil. Kemudian, Polsek Kapontori meneruskan info hilangnya nelayan tersebut ke Pos Basarnas Baubau sekitar pukul 00.00 Wita.

"Kita tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 Wita dan langsung melakukan pencarian bersama anggota Polsek. Perahunya didapat sekitar pukul 02.00 Wita dan korban baru ditemukan pukul 11.40 Wita," ujarnya.

Sandi menuturkan, jasad korban berjarak sekitar dua nautikal mil dari rompong (rumah ikan buatan). "Korban dalam posisi terapung kurang lebih empat nautikal mil dari pesisir pantai," jelasnya.

Saat ditemukan, ungkap dia, pihaknya tidak menemukan gejala-gejala aneh di tubuh korban. "Menurut anggota Polsek, korban meninggal diduga karena kelelahan," imbuhnya.

Menurut dia, korban diperkirakan kelelahan berenang dari rompong mengejar perahunya hanyut ke bibir pantai.

"Malam itu angin maupun gelombang di laut cukup normal. Hanya, arus yang terbilang deras," tukasnya.

Korban memang sudah biasa memancing di perairan itu. Sebab, korban menetap di rumahnya yang ada di salah satu desa di Kapontori. "Tapi, informasi tadi (Sabtu, red), sore ini, Almarhum dikebumikan di Pulau Makassar," pungkas Sandi.(exa)

Bagikan