Pengantar Ilmu Kimia

KIMIA sering disebut sebagai "ilmu pusat" karena hadir di berbagai ilmu eksakta. Hadirnya ilmu
kimia disetiap displin ilmu eksakta dikarenakan objek pembahasan kimia adalah Materi, baik
mengenai strukturnya, komposisinya, atau energi yang menyertai perubahannya.
Materi sendiri sering di defenisikan "segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang
(volume)"
Di alam semesta tak ada sesuatu hal atau objek yang tidak memiliki massa dan volume, bahkan
seluruh isi dunia ini adalah kumpulan materi yang tersusun secara rapi dan di atur oleh sang
maha kuasa Allah SWT.
An-Nisa' ayat 126
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطًا
“Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah
Maha meliputi segala sesuatu”
Materi tersusun atas partikel-partikel kecil, dimana antara partikel tersebut memiliki jarak antara
yang satu dengan yang lain. Jarak tersebutlah yang disebut dengan kerapatan. Kerapatan partikel
tersebut menunjukkan wujud dari suatu materi, yaitu wujud padat, cair dan gas.
Materi dapat juga dikatakan sebagai kumpulan suatu zat atau benda (komponen atau sistem).
Satuan terkecil suatu materi adalah atom yang tidak dapat di sederhanakan lagi menurut Dalton.
Atom terdiri atas inti dan elektron menurut Thomson. Inti atom memiliki muatan positif
sedangkan elektron bermuatan negatif.
Bila kita mengkaji lebih jauh mengenai atom dengan muatannya ini atau isi dari atom tersebut,
maka didalam atom terjadi tarik-menarik (energi) antara keduannya, sehingga dengan demikian
terjadilah sistem yang sempurnah dalam suatu komponen/sistem.
Bumi adalah materi. Menurut para ilmuwan Bumi adalah kumpulan materi yg terbentuk melalui
suatu ledakan besar. Ini dikenal dengan teori big bang. Bahwa menurut teori ini, awal mula bumi
ada karena ledakan yang sangat dasyat, dimana seluruh materi di alam jagat raya berkumpul satu
pada medan magnet raksasa. Karena terjadi tarikan medan magnet yang sangat besar (benda
hitam) ini. Maka terjadilah tabrakan antara materi raksasa yang satu dan yang lain. Setelah
terjadi tabrakan dalam volume yang sempit, maka terjadi ledakan tersebut dan terbentuklah bumi
serta planet-planet lainnya serta segala sesuatu yang ada di dalamnya.
Teori di atas menurut saya sangatlah keliru dan tidak sama sekali mampu memuaskan akal
manusi. Mengapa demikian??
Kita membayangkan sebuah ledakan, misalkan ledakan petasan, ataupun ledakan bom. Sangat
tidak mungkin akan tersusun rapi seperti ini. Jarak bumi dan matahari memiliki ukuran yang
sangat tepat, Ada air sebagai sumber kehidupan manusia di bumi.
Al-A'la ayat 2
الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ
“yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya)”
Andaikan bumi lebih dekat kepada matahari, Planet merkurius misalnya, memiliki jarak yang
sangat dekat dengan matahari. Permukaan planet ini yang terkena sinar matahari memiliki suhu
pulahan ribu Kelvin, dan permukaan yang tidak dikenai sinar matahari, suhunya mines ribuan.
Atmosfirnya mengandung racun bagi manusia, dan tak ada air di planet ini. Air merupakan
senyawa kehidupan yang tidak akan ditemukan dari banyaknya planet di Galaksi.
Maka sangatlah tidak mungkin manusia bisa hidup ditempat selain bumi.
Surat Al-Anbiya Ayat 30
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya
dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami
jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
Ini sungguh rancangan luar biasa.Tak akan mungkin ada dengan sendirinya seperti teori para
ilmuwan dahulu. Tanpa rancangan yang memiliki kemampuan segalanya, ini sungguh mustahil
bagi manusia mengadakan semuanya dengan sistematis. Tak akan mungkin materi itu ada
dengan sendirinya tanpa penyebab (aksi-reaksi).
Al-Baqarah ayat 117
بَدِيعُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضٰىٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُنْ فَيَكُونُ
“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka
(cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah”.
Alhamdulillah Allah telah menganugrahkan kepada kita Ilmu kimia supaya kita mengenal
kekuasan Allah SWT, semua materi dialam semesta hanyalah kepunyaan Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT Al-'Imran ayat 190
إِنَّ فِى خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَءَايٰتٍ لِّأُولِى الْأَلْبٰبِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”
Maka ilmu pengetahuan kimia itu, tidak dijadikan sebuah kebenaran kalau tidak menjelaskan
ayat-ayat dalam Al-quran.
Semoga bermanfaat.