Momentum Sumpah Pemuda, LMND Ingin Pembunuh Dua Mahasiswa UHO Diungkap

PUBLIKSATU, BAUBAU - Momentum peringatan Hari Sumpah Pemudah, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) turun ke jalan menyampaikan empat tuntutan.
LMND Baubau dengan menurunkan seluruh komisariat kampus, mulai dari, Komisariat Universitas Dayanu Ikhsanudin, Komisariat Universitas Muhammadiyah Buton, dan Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam.
Aksi yang difokuskan di empat titik diawali di Kampus Unidayan, setelah itu di depan Universitas Muhammadiyah (UM) Buton, lalu di Polres Baubau, dan terkhir dilanjutkan di Kantor DPRD Baubau.
Selaku koordinator lapangan (Korlap), Yayan Serah mengatakan, aksi yang dilaksanakan, kemarin tepatnya di tanggal 28 Oktober kembali menyikapi berbagai macam masalah yang terjadi di negeri ini.
Salah satu persoalan yang masih menjadi sorotan publik tentang tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Sultra, yang hingga kini masih belum diungkap siapa pelaku di balik insiden tersebut.
"Kami meminta kepada Polres Baubau, agar menyurati Polda Sultra agar mengungkap siapa pelaku yang menyebabkan meninggalnya Randi dan Yusuf Kordowi," kata Yayan saat rekan-rekannya berorasi di depan Polres Baubau, Senin (28/10).
Selain tuntutan mengusut tuntas tewasnya dua rekanya saat demontrasi pada 26 September di Kendari, mereka juga mengecam tindakan represif yang dilakukan oknum aparat tersebut.
"Ada empat aspirasi yang kami serukan termasuk tiga diantaranya, mengutuk segala macam tindakan represi oknum aparat kepolisian, kemudian Polres Baubau lebih meningkatkan keamanan di tengah-tengah masyarakat serta meminta kepada DPRD Baubau tatkala membuat kebijakan-kebijakan baru harus melibatkan organisasi pemudah maupun organisasi masyarakat," pungkasnya. (p5)