Adopsi AI untuk Kemudahan dan Efisiensi Berbagai Sektor Kehidupan

PUBLIKSATU, Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diprediksi bakal menggeliat ke depannya. Jumlah perusahaan-perusahaan spesialisasi AI di Indonesia pun semakin meningkat. Salah satunya adalah Nodeflux, perusahaan Vision AI yang berdiri pada 2016.
Perusahaan tersebut telah memiliki beragam fitur teknologi canggih. Di antaranya inovasi untuk penerapan smart city secara efektif dan mendukung digital transformasi yang dilakukan di sektoral melalui platform teknologi bernama VisionAIre.
Melalui VisionAIre, Nodeflux menghadirkan berbagai kemampuan berdasarkan pemindaian visual, seperti face recognition (mendeteksi pengenalan wajah), people counting (menghitung jumlah massa dalam satu area tertentu), license plate recognition (menangkap nomor plat mobil dari kamera CCTV), water level detection (mendeteksi pola pergerakan air dalam area tertentu), hingga face demography (mendeteksi gender dan umur berdasarkan karakteristik wajah penduduk).
“Adopsi AI telah menawarkan berbagai kemudahan dan efisiensi dalam berbagai sektor kehidupan. Terutama dalam membantu pemerintah mengatasi atau memonitor persoalan-persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, seperti keamanan, kedisiplinan pengguna jalan, dan peringatan dini bencana alam,” kata Group Product Manager Nodeflux Richard Dharmadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/10).
Menariknya lagi, sepak terjang Nodeflux ini tampaknya diakui di kancah internasional. Tim ahli AI Nodeflux yang sepenuhnya berasal dari Indonesia akan menjadi pembicara dalam konferensi CeBIT Australia. Acara ini merupakan salah satu trade show tahunan terbesar dalam hal IT, digitalisasi, dan komunikasi, yang tahun ini akan berlangsung di Sydney pada 29-31 Oktober 2019. Sebelumnya, Nodeflux juga menjadi satu-satunya pembicara bidang AI dari Indonesia dalam acara World Summit AI 2019 di Belanda.
“Kami bangga bisa mewakili Indonesia sebagai pionir adopsi Vision AI di CeBIT Australia. Tentunya kami berharap bisa membagikan keahlian kami, untuk semakin memperluas adopsi Vision AI agar dapat memberikan dampak-dampak positif di berbagai belahan dunia,” ujar Richard. (JP)