Komisi II DPRD Busel Konsultasikan SMK Kelautan Kadatua ke Disdikbud Sultra

PUBLIKSATU, KENDARI - Kondisi SMK Kelautan Kadatua Kabupaten Buton Selatan (Busel) yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah dari dana bansos Pemerintah Pusat kian memprihatinkan. Bangunan mulai rusak, akses jalan masuk dari jalan utama juga tidak ada.
Selain itu, aktivitas belajar mengajar juga tak berjalan. Betapa tidak, saat ini sekolah tersebut tak ada lagi siswanya.
SMK Kelautan Kadatua dibangun beberapa tahun lalu (sebelum Busel mekar dari Kabupaten Buton). Saat ini kondisinya kian tak terurus.
Hal itu menarik perhatian komisi II DPRD Buton Selatan (Busel). Dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Busel, Pomili Womal, Ketua Komisi II, La Ode Ashadin, Wakil Ketua Karlina Sukarman serta para anggota komisi II, Lismayarti, La Ishaka, La Opo langsung mengkonsultasikan sekolah tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sultra, pada Jumat (1/11/2019).
Rombongan komisi II DPRD Busel ini diterima langsung Kepala Disdikbud Sultra, Asrun Lio, di ruang kerjanya.
-
Kepala Disdikbud Sultra, Asrun Lio saat menerima kunjungan komisi II DPRD Busel, Jumat (1/11/2019).
Kepada publiksatu.co, Wakil Ketua Komisi II DPRD Busel, Karlina Sukarman mengungkapkan, konsultasi dilakukan untuk meminta Disdikbud Sultra mengaktifkan kembali SMK Kelautan Kadatua. Selain itu, agar akses jalan masuk dari jalan utama juga bisa dibangun.
Terkait jabatan kepala sekolah, itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi, dalam hal ini Disdikbud Sultra. "Intinya kami mengkonsultasikan agar bagaimana caranya SMK Kelautan yang ada di Kadatua itu bisa diaktifkan kembali," jelas Karlina.
Lebih lanjut Karlina mengatakan bahwa dari konsultasi ini akan ditindaklanjuti dengan meninjau langsung SMK Kelautan Kadatua. Komisi II DPRD Busel tinggal menunggu kesiapan waktu tim dari Disdikbud Sultra.
Persoalan pendidikan di tujuh kecamatan di Busel memang sedang menjadi salah satu fokus perhatian komisi II DPRD Busel. (sr)