Alummi SMA 4 Baubau Kadang Tinggalkan BSM
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU – SMA Negeri 4 Baubau pernah mendapatkan kuota Bantuan Siswa Miskin (BSM) terbanyak di Indonesia timur. Kala itu, 600 orang peserta didik memperoleh bantuan dari pemerintah pusat itu.
“Tiga atau empat tahun lalu, kita pernah hampir semua siswa dapat BSM. Dari 700 siswa sebanyak 600 dapat bantuan. Itu terbanyak di Indonesia timur,” ungkap Kepala SMA Negeri 4 Baubau, Drs Arif Tasila MPd sebagaimana dilansir Butonpos.com, Jum’at (1/11).
Kini, kata dia, kurang lebih hanya 100 siswa yang memperoleh BSM. “Tapi ini masih lumayan dibanding dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Baubau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BSM adalah program yang diperuntukkan kepada siswa yang tidak mampu agar tidak putus sekolah. Siswa akan memperoleh bantuan itu asal data yang diusulkan lengkap.
“Penyebab tidak bisa terkafer itu karena datanya tidak lengkap. Salah satu syarat untuk mendapatkan BSM itu harus mempunyai kartu dari Dinas Sosial. Tetapi, pusat memberi kami kelonggaran agar yang belum ada kartu coba usulkan saja dengan keterangan tertentu, tapi itu bukan jaminan,” terangnya.
Dia menuturkan, pihaknya mengumpulkan data-data siswa yang akan diusulkan mendapat BSM setiap masuk tahun ajaran baru. Setelahnya, data siswa itu langsung dikirim ke pusat.
Khusus siswa kelas XII, akui dia, terkadang bantuannya baru keluar setelah enam bulan lulus sekolah. Sehingga, tidak sedikit siswa yang sudah kuliah di daerah lain tidak lagi mengambil beasiswa tersebut.
“Kita mau alihkan ke siswa lain tidak bisa juga. Tetapi, kita berharap kepada pemerintah agar mengalokasikan BSM sebanyak mungkin, nanti kita yang menentukan penerimanya. Insha Allah kita tidak akan salah gunakan karena sudah ada datanya,” tandasnya.(bpc)