Hadiri FKMA, Lembaga Adat Pattani Thailand Ingin Belajar Budaya Buton

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kerajaan melayu merupakan kerajaan tua yang ada di Nusantara maupun Asia Tenggara yang masi tetap terlihat keasliannya sampai saat ini.
Beberapa negara di Asia Tenggara yang merupakan bagian dari melayu diantaranya Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei, Burma, Philipina dan Thailand.
Akan tetapi perkembangan modern saat ini budaya Melayu kian mulai tergeser oleh perkembangan zaman sehingga para pemuda banyak yang tidak mengenal budaya mereka sendiri.
Hal tersebut dialami oleh salah satu kerjaan yang berada di negara Thailand tepatnya di Kabupaten Narathiwath. Di daerah tersebut terdapat satu Kerajaan Melayu bernama kerajaan Pattani.
Pada FKMA ASEAN VI Po5 yang digelar di Baubau, ada perwakilan dari kerajaan Pattani yang turut hadir. Salah satu perwakilan lembaga adat Pattani, Ni Amin Bin Ni Ahmad mengaku ingin belajar budaya yang ada di Buton untuk dibawah ke negerinya di Kerajaan Pattani Thailand.
Ni Amin mengatakan bahwa saat ini tantangan besar yang ada dinegerinya di Pattani Thailand adalah dimana para pemuda sudah tidak mengenal budaya melayu dan lebih mengenal budaya Thailand sehingga dikhawatirkan budaya melayu di Pattani akan punah.
Ni Amin merupakan salah seorang yang menjaga Budaya Melayu Islam yang ada di negeri Pattani dan mendirikan sebuah museum melayu.
“Saat ini anak-anak melayu di sana mulai jauh pada budaya, sebab itu saya membangun sebuah museum untuk mengajarkan anak-anak muda disana mengenai adat dan budaya melayu,” ungkap Ni Amin dengan menggunakan bahasa Melayu.
Ni Amin merasa sangat terhormat karena bisa diundang dalam kegiatan FKMA karena ini merupakan pertama kalinya dari pihak kerajaan Pattani mengikuti acara kerajaan dan berharap kedepannya tetap menjaga komunikasi dan silaturahmi.
Ni Amin berharap pihak FSKN (Forum Silaturahmi Keraton Nusantara) dapat membantunya dalam mengembangkan budaya melayu di negerinya dikarenakan budaya melayu di Pattani saat ini mulai menghilang bahkan bahasa melayu di Pattani mulai berkurang dan digantikan oleh bahasa Thailand.
“Sejak beberapa tahun kemarin budaya-budaya melayu di sana mulai menghilang sehingga saya harus mencari ilmu-ilmu untuk kembali kepada kehidupan melayu dan kami kesini untuk mencari budaya-budaya yang ada dan akan kembali dibawa kesana,” terang Ni Amin
“Dulu orang Bugis pernah ke Thailand dan ada satu daerah di Bangkok namanya Makasan,” lanjutnya. (po1)