Berita Terkini
Baubau

Pemkot Baubau Sabet Rekor MURI Dunia Pekande-kandea Terpanjang

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 21 November 2019 16:18 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pemkot Baubau Sabet Rekor MURI Dunia Pekande-kandea Terpanjang

PUBLIKSATU, BAUBAU – Acara Pekande-kandea yang diselenggarakan dalam memeriahkan kegiatan Festival Keraton Masyarakat Asean (FKMA) 2019, yang diselenggarakan di Benteng Keraton Kesultanan Buton Sulawesi Tenggara, Rabu (20/11/2019), berhasil memecahkan Rekor Dunia dalam kategori sajian pekande-kandea pertama mengelilingi benteng.

Acara Pekande-kandea tersebut menjadi pusat perhatian para Raja-raja se-nusantara maupun mancanegara (yang menghadiri kegiatan FKMA) dan para tamu-tamu lainnya dan masyarakat yang berada di wilayah Kesultanan Buton yang ikut hadir. Tidak hanya itu, pekande-kandea ini juga menawarkan berbagai macam makanan tradisional khas buton dan kemudian disajikan kepada para tamu Kegiatan FKMA dan elemen masyarakat yang ikut hadir dalam acara tersebut.

Pada acara pekande-kandea tersebut menyediakan kurang lebih seribu talang dengan jumlah makanan tradisional terbanyak yang disiapkan dan disajikan mengelilingi benteng Keraton Buton dan ini merupakan pertama kalinya diadakan diseluruh belahan dunia sehingga mendapat penghargaan Rekor Muri Dunia.

Sertifikat MURI dengan Nomor 9304/R.MURI/XI/2019 diserahkan langsung oleh perwakilan Museum Rekor Indonesia, Triyono dan Ryadhi Chandra kepada Walikota Baubau, Dr. AS Tamrin, MH yang disaksikan langsung oleh para tamu-tamu kerajaan yang menghadiri kegiatan FKMA di kesultanan Buton.

Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin MH mengatakan pemecahan Rekor muri ini tidak direncanakan sebelumnya dan tidak ditargetkan untuk memecahkan rekor MURI.

“Kita tidak rencanakan unuk dapat MURI kita hanya bekerja dan rupanya itu kegiatan pertama kali sehingga MURI memberikan penghargaan rekor itu,” ungkap AS Tamrin.

“Ini merupakan motivasi kepada saya kepada pemerintah kepada masyarakat bahwa kita mendapatkan apresiasi dari ketua lembaga yang berkompeten untuk memberikan penghargaan itu,” lanjut Tamrin.

Tamrin menjelaskan kegiatan pekande-kandea ini tidak pernah direncakan untuk memecahkan MURI dan hanya dijalankan saja sembari melakukan syukuran bersama masyarakat atas pemberian gelar pahlawan nasional kepada Almarhum Sultan Himayatudin Muhammad Saidi.

”Tadinya acara pekande-kandea ini dirangkaikan dengan syukuranya pahlawan nasional akan tetapi kondisinya pekande-kandea itu mengelilingi benteng keraton yang merupakan benteng terluas didunia dan menurut MURI ini pantas mendapatkan karena baru pertama kali,” cetusnya.

Acara pekande-kandea yang diselenggarakan di Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terluas di dunia tersebut menyediakan seribu talang dengan jumlah makanan tradisional terbanyak sepanjang sejarah sehingga ini merupakan acara seluruh masyarakat wilayah kesultanan buton dan acara pekande-kandea ini terbuka untuk umum dan gratis.

Untuk diketahui Benteng yang berbentuk lingkaran ini dengan panjang keliling 2.740 meter. Benteng Keraton Buton mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan september 2006 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektare. (po1)

(po1)

Bagikan