BRI Latih 10.000 Pelaku UMKM
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas para pelaku usaha kecil di Indonesia. Salah satu bank terbesar milik pemerintah ini menggelar pelatihan untuk 10.000 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (25/11).
Kegiatan ini diselenggarkan serentak di 100 BRI cabang dengan, masing-masing kantor cabang menargetkan mengundang 100 pelaku UMKM terpilih. Materi pelatihannya berupa pendidikan administrasi, manajemen keuangan, entrepreneurship, akses perbankan, dan e-commerce.
Di Kota Baubau, pelatihan ini dibuka berlangsung gedung Pancasila Jalan Jenderal Sudirman. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Baubau Drs H Yakub mewakili Wali Kota Dr HAS Tamrin MH.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Tokopedia dan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau ini juga merupakan salah satu program corporate social responsibilty (CSR) dari BRI. Program tersebut sebagai bukti komitmen BRI untuk mengembangkan kemampuan mitra BRI di sektor usaha rumahan.
"Acara bertajuk 'Program Pelatihan 10.000 UMKM' ini digelar di seluruh Indonesia. Dari 100 titik kegiatan di seluruh Indonesia, Sulawesi kebagian lima titik dan khusus Sulawesi Tenggara (Sultra) tiga titik,” terang Pemimpin Cabang BRI Baubau, Sami di sela-sela pelatihan UMKM.
Menurut dia, animo para pelaku usaha di Baubau terhadap pelatihan ini sangat besar. Sehingga, pihaknya berani menaikkan target jadi 300 peserta dari yang idealnya hanya 100 peserta.
"Memang semua sudah daftar namun sampai akhir pendaftaran yang datang 270 lebih. Berarti target kita mencapai kurang lebih 200 persen," ungkapnya.
Di Baubau, beber Sami saat ini pemakaian aplikasi online baik Tokopedia atau sejenisnya terbilang paling tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Sultra. Sehingga, ini merupakan peluang pasar yang harus dimanfaatkan dengan cara memberikan edukasi ke pelaku usaha.
"Penjualan melaui online ini lebih berpotensi besar dibanding penjualan
langsung. Karena jika hanya mengandalkan penjualan langsung saja, pasti peminatnya
kurang. Tetapi dengan media online, maka tentu akan lebih luas
pemasarannya," terangnya.
Atas hal itu, tutur dia, dalam pelatihan ini, pihaknya juga menggandeng Tokopedia sebagai media penjualan produk secara online. Kemudian, diperkuat lagi dengan Pemkot Baubau dan akademisi yang menjelaskan tentang pentingnya pencatatan dan
administrasi keuangan.
"Kadang kita telah merasa untung atas hasil penjualan produk, tapi setelah dikalkulasi pengeluaran termasuk biaya listrik dan biaya lainnya ternyata masih rugi. Olehnya itu, kita ingin mengedukasi pentingnya administrasi keuangan,” ujar pria murah senyum ini.
Komitmen kita, untuk mengembangkanUMKM tidak hanya memberikan kredit tapi juga memberikan pendampingan sehingga pelaku usaha ini bisa berkembang dan mandiri . “Insya Allah tahun depan kegiatan serupa kita akan lakukan di daerah lain yang masuk wilayah kerja BRI Baubau,”harapnya
Sementara itu, Drs H Yakub mengatakan, pihaknya merespon positif terhadap pelatihan yang diinisiasi BRI tersebut. Sebab, peningkatan kapasitas seperti ini menjadi salah satu fokus Pemkot Baubau dalam pengembangan UMKM yang efeknya diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
"Kita harus akui memang saat ini banyak hambatan dan kendala yang dihadapi. Jadi kita urus UMKM ini tidak hanya dengan satu unit kerja
saja, namun harus bersinergi beberapa unit kerja sesuai bidang masing-masing,” pungkas Yakub. (exa)