Kota Baubau Rawan HIV/AIDS

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sepanjang tahun 2019, Dinas kesehatan kota Baubau telah menangani 36 kasus penyakit HIV/AIDS. Hal ini disampaikan langsung dari Bidang Pengelola Program IMS HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kota Baubau, Sadaruddin SKM.
"Untuk tahun 2019 sampai dengan desember ini kita sudah ada 36 kasus," ungkap Sadaruddin saat acara memperingati Hari Kesehatan Nasional di Kotamara Baubau, Sabtu (30/11/2019)
Sadaruddin juga menambahkan, Kota Baubau merupakan wilayah berpotensi penyebaran HIV/AIDS dikarenakan kota Baubau merupakan wilayah transit. Untuk itu, pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi untuk mencegah penyakit menular tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa potensi ini terus meningkat dari tahun ketahun karena disebabkan oleh banyaknya layanan yang bisa melakukan pemeriksaan dan pelayanan.
"dulu kan belum ada layanan yang bisa melakukan pemeriksaan, sejak tahun 2011 itu setelah dilatih dua layanan rumah sakit dan Puskesmas Wajo maka mulai saat itu progres peningkatan penyakit itu makin bagus penemuannya semakin banyak," jelasnya.
Sebagian besar yang terkena penyakit HIV/AIDS ini merupakan wiraswasta dengan usia produktif 22 - 49 tahun.
Dalam upaya menanggulangi penyebaran penyakit HIV/AIDS, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan di sekolah sekolah terutama sekolah SMP dan SMA kemudian di masyarakat.
Selain seksi promosi, di bidang penanggulangan penyakit juga gencar melakukan sosialisasi kepada kepada kepada kelompok berisiko tinggi yaitu, karyawan tempat hiburan malam, narapidana, dan buru pelabuhan.
Untuk kota Baubau, pemeriksaan HIV/AIDS sudah bisa dilakukan di Puskesmas Wajo dan Rumah sakit.
Selain itu, untuk mengurangi resiko terkena HIV/AIDS Sadaruddin berharap kepada masyarakat kota Baubau agar lebih setia kepada pasangannya dan tidak mengkonsumsi narkoba, menggunakan kondom, hindari seks bebas.
Dalam penanganan HIV / AIDS, Dinas Kesehatan Kota Baubau menangani beberapa wilayah diantaranya, Kota Bubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton utara, Buton Tengah, Kabupaten Bombana, Wakatobi, Muna Barat, dan Kabupaten Muna. (Po1)