Lifestyle

Jangan Pakai Sabun untuk Bersihkan Area Kewanitaan

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Jumat, 6 Desember 2019 21:36 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Jangan Pakai Sabun untuk Bersihkan Area Kewanitaan

PUBLIKSATU.CO - SEKUMPULAN ibu yang tergabung dalam Komunitas Babywearers Surabaya berkumpul. Mereka mengadakan kopdar di Miniapolis Pakuwon Mall dengan mendatangkan dr Yunia Eka Safitri SpKK sebagai pemateri.

Yang dibicarakan adalah kesehatan reproduksi organ kewanitaan. Dokter yang sehari-hari berpraktik di RS Wiyung Sejahtera itu membahas masalah yang sering timbul, yakni keputihan.

"Justru organ vital itu jangan terlalu sering dibersihkan pakai sabun. Nanti tingkat keasaman atau PH-nya bergeser dari asam jadi basa. Kalau sudah begitu, bakteri akan banyak tumbuh. Bikin masalah gatal sampai keputihan," jelasnya.

Dia menuturkan, keputihan merupakan alarm awal yang menandai bahwa ada yang salah dengan vagina. Artinya, ada bakteri jahat atau cacing yang hendak masuk.

Dia menambahkan, faktor lain seperti capek atau stres secara psikis menjadi faktor penyebab keputihan.

Pada ibu hamil, suhu tubuh yang berubah lebih tinggi juga bisa memicu pertumbuhan jamur yang lebih banyak daripada biasanya.

"Kalau enggak lagi mau haid atau stres tapi keputihan secara terus-menerus, bisa jadi itu karena jamur atau parasit," paparnya.

Yunia juga menjelaskan, dengan pengetahuan semacam itu, kaum ibu diharapkan bisa lebih pandai merawat organ genitalnya. Terlebih yang memiliki anak perempuan.

Pipit Vadya, jumas Komunitas Surabaya Babywearers, menuturkan bahwa kopdar itu rutin diadakan setiap bulan.

Materinya berbeda-beda. Tidak melulu ilmu soal pergendongan, tetapi juga hal-hal lain yang perlu diketahui oleh ibu cerdas.

Kemarin mereka juga melakukan aksi yang cukup mencuri perhatian. Yaitu, nge-dance sambil menggendong buah hati.

"Kami pengin nunjukin kalau anggapan nggendong itu pasti riweuh enggak selamanya benar. Buktinya, sambil gendong anak, ibu-ibu masih tetap bisa melakukan aktivitas lain yang fun," terangnya. (hay/c6/tia/jpnn)

Bagikan