Berita Terkini
Baubau

Rapat Persiapan Provinsi Kepton Ditunda

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 10 Desember 2019 16:15 WIB · 2 menit baca
Rapat Persiapan Provinsi Kepton Ditunda

PUBLIKSATU, BAUBAU - Rencananya, hari ini Gubernur Sultra Ali Mazi bersama delapan kepala daerah di Sultra akan menggelar rapat pembahasan persiapan Provinsi Kepulauan Buton (Kepton). Namun, gubernur menunda rapat tersebut, dengan alasan Ali Mazi berangkat ke Bandung.

Sekretaris Kota (Sekot) Baubau, Dr Roni Muhtar membenarkan penundaan rapat tersebut. Menurut Roni-sapaan Roni Muhtar, ada surat resmi yang diterima langsung dari Pemprov Provinsi Sultra terkait penundaan itu.

“Kemarin infonya memang ada rapat itu, tetapi ternyata ada penundaan. Ada surat penundaan resmi,” kata Dr Roni Muhtar di kantor Wali Kota Baubau, Senin (9/12).

Atas penundaan ini, Ia mengaku belum melakukan konfirmasi terkait jadwal pasti rapat selanjutnya.

Terpisah, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setkot Baubau, Arif Basari menambahkan, sesuai surat dari Pemprov Sultra untuk kegiatan rapat persiapan pembentukaan Provinsi Kepton digelar hari ini, (10/12). Namun, rapat ditunda dan akan dijadwalkan kembali.

“Surat penundaannya baru kita terima tadi. Tertanggal 9 Desember 2019 yang ditandatangani Plh Sekda Sultra, Drs Suharno MTP,” kata Arif Basari di ruang kerjanya.

Penundaan disebabkan adanya kegiatan yang harus dihadiri Gubernur Sultra pada hari yang sama. Gubernur Sultra harus bertolak ke Bandung untuk memenuhi undangan Kemenkumham.

“Makanya Pak Gubernur memutuskan menunda untuk sementara waktu karena rapat itu akan Ia hadiri secara langsung,” katanya.

Atas penundaan ini, pihaknya telah melayangkan surat pembatalan rapat kepada seluruh OPD dan tokoh masyarakat yang telah diundang sebelumnya menindaklanjuti surat pertama.

“Surat pertama kegiatan rapat itu kita terima tertanggal 5 Desember 2019. Disitu ada delapan kepala daerah yang diundang termasuk Muna dan Bombana,” katanya.

Arif Basari menjelaskan, Muna dan Bombana memang tidak masuk dalam cakupan wilayah Kepulauan Buton. Kedua kepala daerah ini diundang karena cakupan wilayah Kepton berbatasan dengan kedua daerah ini.

“Karena batas persiapan enam wilayah cakupan Kepton masih menyisahkan sedikit tentang tapal batas wilayah. Itulah alasan kenapa Pemkab Muna dan Bombana juga ikut diundang,” katanya. (adm)