Bangun BLK Lealea, Disnaker Baubau Ajukan Rp 22 M ke Kemendagri

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau butuh dana sekitar Rp 22 miliar untuk membiayai pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Lealea. Pun, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Baubau sudah mengusulkan proposal anggaran ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kepala Disnaker Baubau, Zarta menerangkan, anggaran Rp 22 miliar itu untuk biaya pembangunan kantor dan tujuh gedung workshop yakni komputer, elektronik, busana, las, otomatif, pertukangan dan kelistrikan. Dimana, setiap workshop membutuhkan biaya sekitar Rp 2 miliar, sedangkan gedung kantor Rp 5 miliar.
"Kami ajukan proposal pembangunan BLK itu ke Kemendagri. Karena Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) tidak lagi memfasilitasi pembangunan gedung tetapi hanya perlengkapan dalam BLK-nya saja" jelas Zarta, dikonfirmasi di aula Palagimata, Rabu (11/12).
Menurut dia, lahan persiapan BLK itu sudah tidak ada kendala lagi dari sisi kepemilikan. Lokasinya terletak di wilayah Kecamatan Lealea tepatnya di perbatasan antara Kelurahan Palabusa dengan Kantalai.
"Awalnya, lahan yang kami siapkan itu 10 hektar. Tetapi, sebagian sudah diperuntukkan untuk perumahan nelayan. Jadi, yang ada untuk BLK tinggal 8,5 hektare," urai Zarta.
Dia menambahkan, pihaknya berharap proposal anggaran tersebut dapat diakomodir Kemendagri. Sebab, kehadiran BLK itu sangat penting untuk meningkatkan keterampilan pekerja.
"Apalagi ini juga sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo pada periode keduanya yaitu pembangunan sumber daya manusia," pungkas dia.(exa)