Berita Terkini
Baubau

Kurangi Angka Pengangguran, Pemkot Baubau Bangun BLK 8,5 Hektare

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 12 Desember 2019 18:06 WIB · 2 menit baca
Kurangi Angka Pengangguran, Pemkot Baubau Bangun BLK 8,5 Hektare
Sekretaris Kota Baubau, Roni Muhtar

PUBLIKSATU, BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) seluas 8,5 hektare di wilayah Kecamatan Lealea. Dinas Tenaga Kerja sudah sudah mengusulkan proposal anggaran ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebesar Rp 22 miliar.

Hal ini merupakan upaya Pemkot untuk mengurangi angka pengangguran yang ada di Kota Baubau. Pasalnya, dengan adanya BKL itu masyarakat Kota Baubau akan dilatih agar dapat bekerja di dalam kota.

“Kita jangan lagi berpikir harus ke Ambon, ke Balikpapan, Irian, kita tidak perlu lagi jauh-jauh karena Baubau punya, tinggal kemauan kita saja,” ungkap Sekretaris Kota Baubau, Roni Muhtar usai membuka sosialisasi pembinaan, penempatan, pengawasan, perlindungan tenaga kerja/pekerja Migran Indonesia di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Rabu (11/12).

Selain itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau, Zarta mengungkapkan, saat ini pihaknya telah melakukan langkah-langkah dalam penyiapan BLK ini. Salah satunya telah menyiapkan lahan di Kecamatan Lealea.

Zarta mengungkapkan, untuk membangun BKL itu, pihaknya membutuhkan anggaran Rp 22 miliar. Dana tersebut untuk biaya pembangunan kantor dan tujuh gedung workshop, yakni komputer, elektronik, busana, las, otomatif, pertukangan dan kelistrikan.

“Kemarin kita sudah tender dan yang menang tender sudah merancang semuanya dan kita menyiapkan tujuh workshop dengan masing-masing didanai 2 miliar lebih dan dana kantor itu sekitar 5 miliar lebih yang kami usulkan. Tapi ini masih bahasa proposal,” ungkap Zarta.

“Kami Pemerintah Kota Baubau ini berupaya semaksimal mungkin mengurangi pengangguran. Apa lagi pengangguran hari ini menghampiri tiga ribu lebih,” tambahnya.

Dari mana anggaran untuk pembangunan BKL itu? Kata Zarta, pihaknya sudah mengajukan proposal ke Kemendagri. "Kami ajukan proposal pembangunan BLK itu ke Kemendagri. Karena Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) tidak lagi memfasilitasi pembangunan gedung tetapi hanya perlengkapan dalam BLK-nya saja," jelas Zarta, dikonfirmasi di Aula Palagimata, Rabu (11/12).

Menurut dia, lahan persiapan BLK itu sudah tidak ada kendala lagi dari sisi kepemilikan. Lokasinya terletak di wilayah Kecamatan Lealea tepatnya di perbatasan antara Kelurahan Palabusa dengan Kantalai.

"Awalnya, lahan yang kami siapkan itu 10 hektar. Tetapi, sebagian sudah diperuntukkan untuk perumahan nelayan. Jadi, yang ada untuk BLK tinggal 8,5 hektare," urai Zarta.

Dia menambahkan, pihaknya berharap proposal anggaran tersebut dapat diakomodir Kemendagri. Sebab, kehadiran BLK itu sangat penting untuk meningkatkan keterampilan pekerja.

"Apalagi ini juga sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo pada periode keduanya yaitu pembangunan sumber daya manusia," pungkas dia. (po1)