Berita Terkini
Kepton

Potensi Perikanan di Kepton Belum Dikelola Secara Maksimal

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 13 Desember 2019 13:09 WIB · 2 menit baca
Potensi Perikanan di Kepton Belum Dikelola Secara Maksimal
ILUSTRASI Para pekerja mengangkut ikan tengiri di Tempat Pelelangan Ikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu (SKIPM) Kelas II Kota Baubau melakukan sosialisasi peningkatan sistim jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan Kepulauan Buton (Kepton) di salah satu restoran Kota Baubau, Rabu (11/12/2019).

Sosialisasi tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Sekda Kota Baubau, Roni Muhtar, Kepala SKIPM Kota Baubau, Arsal dan juga dihadiri dari Kementerian Kelautan RI Kepala Bidang Surveilan dan Sertifikasi Produk, Dr. Tri Handayani, A.Pi,M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala SKIPM Baubau, Arsal mengatakan Potensi perikanan di kepulauan Buton sangat besar dan menurut data karantina ikan, sejak tahun 2017 hingga saat ini selalu mengalami peningkatan.

Dalam sambutannya, Arsal mengungkapkan pelaku usaha perikanan di wilayah Kepton masih tergolong kecil sehingga ikan belum bisa untuk di ekspor, sehingga belum bisa menghadirkan investor.

"Investasi akan datang jika kita melakukan ekspor dan dikenal oleh dunia luar hal ini tentunya akan meningkatkan lapangan kerja dan mensejahterakan pelaku usaha," ucap Arsal dalam sambutannya.

Selain Arsal, Sekda Kota Baubau, Roni Muhtar mengatakan Kepton memiliki potensi perikanan dan kelautan yang harus diberdayakan.

"Kepton memiliki hamparan laut yang luas dan merupakan potensi yang harus di berdayakan untuk mencapai kebutuhan," ungkapnya.

“Mewakili Wali Kota Baubau, pemerintah mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini serta berjanji akan membantu dalam mengembangkan potensi perikanan dan kelautan yang ada di Kota Baubau,” sambungnya.

Sekain itu, Kepala Bidang Surveilan dan Sertifikasi Produk, Dr. Tri Handayani, A.Pi,M.Si. mengatakan untuk saat ini di wilayah Kepulauan Buton baru memiliki dua perusahaan pengelola ikan.

"Pelaku pelaku usaha yang lain yang ada di sini juga mereka harus terus dikembangkan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat dan bekerja sama yang dan bersinergi agar mereka tidak hanya menjadi suportir akan tetapi ke depannya mereka bisa menjadi eksportir," ungkap Tri Handayani.

"Dua perusahaan yang ada di wilayah kepton ini kan belum bisa melakukan ekspor karena masih memiliki kantor pusat di jakarta dan surabaya, maka ini menjadi tugas pemerintah daerah mau atau tidak mengembangkan ini. Tapi kan tadi kita sudah mendengar bahwa pak sekda akan mendukung ini semua," tutupnya. (Po1)