Green Inclusive Leaders Camp, Satukan Pemuda Kota Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Mengisi libur akhir tahun, puluhan komunitas pemuda di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mengadakan kemah di Hutan Pinus Samparona.
Kemah akhir tahun tersebut bernama Green Inclusive Leaders Camp yang merupakan kemah pemuda di Kota Baubau perdana yang menyatukan anak muda dari latar belakang yang berbeda namun mempunyai gairah, tujuan dan visi yang sama.
Camping yang akan diikuti puluhan komunitas dan organisasi ini rencananya akan dilaksanakan selama dua hari satu malam pada 28 - 29 Desember 2019 mendatang.
Adapun penyelenggara dari kegiatan kemping ini meliputi, Peduli Ciptaan Indonesia bersama organisasi pendukung Sukarelawan Hijau Baubau, Trash Hero Baubau, DPD KNPI Baubau, HPI Baubah, CES Baubau, IKA Duta Bahasa Sultra.
selain kemah, beberapa kegiatan lain juga akan di laksanakan sebagai bentuk silaturahmi antar pemuda di akhir tahun diantaranya, pemutaran video Komunitas, Display Foto Komunitas, Malam Bakat yang diantaranya setiap peserta akan diberi ruang mempertunjukan bakatnya masing-masing dan games.
Selain itu, kemah ini juga akan di isi materi-materi menarik seputar leadership, lingkungan serta info beasiswa.
Salah seorang penyelenggera kegiatan, Muh. Yunan menjelaskan tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberi ruang kepada anak muda Baubau dalam memahami dan mengelola alam.
"Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk memberi wadah kepada teman-teman Komunitas, organisasi anak muda secara umum di Kota Baubau dalam menanggapi kebijakan pemerintah terkait tata kelola lingkungan serta wajah pariwisata daerah yang sudah tidak pro terhadap alam," kata Yunan.
Selain itu, kegiatan ini dilatarbelakangi juga karena maraknya tindakan kriminal yang ada di Kota Baubau yang sebagian besarnya dilakukan oleh pemuda.
"Yang melatar belakangi kegiatan ini didasari oleh pengamatan dan kondisi Kota Baubau yang sudah tidak terkontrol, dimana maraknya aksi-aksi kriminalitas yang sebagian besar dilakukan oleh pemuda, selanjutnya masih banyaknya kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam ruang tata kelola daerah yang tidak pro terhadap kondisi alam saat ini," jelasnya.
"Berhubung kegiatan kemah ini akan melibatkan pemateri yang akan fokus membahas terkait dengan isu-isu lingkungan serta dunia Pariwisata, maka pasca kegiatan, para peserta diharapkan dapat mengaktualisasikan apa yang telah didapatkan selama kemah berlangsung, khususnya peran pemuda dalam memajukan daerah pada kegiatan-kegiatan positif yang berkelanjutan," lanjutnya.
Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta dapat mendaftar melalui komunitasnya atau dapat mendaftar secara pribadi. Diketahui, saat ini 33 komunitas di Kota Baubau telah terdaftar dalam kegiatan ini dan lebih 100 orang telah mendaftar secara individu. Dan batas pendaftaran dalam kegiatan ini yaitu 1 hari sebelum kegiatan.
Syarat menjadi peserta diantaranya, peserta wajib membawah alat kemah masing-masing. (Po1)