Berita Terkini
Buteng

Pemkab Buteng Terima Pengelolaan dan Pemanfaatan Dua SDN dari Kementerian PUPR

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 26 Desember 2019 17:41 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Pemkab Buteng Terima Pengelolaan dan Pemanfaatan Dua SDN dari Kementerian PUPR
SERAH TERIMA: Bupati Buteng H Samahuddin menerima dokumen penyerahan pengelolaan dan pemanfaatan dua SDN dari Kepala Balai Prasarana dan Peremukiman Wilayah Sultra, Mustaba.

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) terus berupaya memperbaiki sarana dan prasarana sekolah yang mengalami kerusakan berat untuk kenyamanan belajar dan mengajar siswa dan guru.

Tak mampu dibangun melalui APBD karena keterbatasan anggaran, Pemkab Buteng mengusahakannya dengan memanfaatkan program dan bantuan dari pemerintah pusat. Pada tahun 2019 ini, ada dua sekolah dasar yang mendapat bantuan pembangunan ruang belajar dan rehabilitasi sarana dan prasarana dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) RI.

Dua sekolah dasar tersebut yakni, SDN 20 Lakudo yang terletak di Desa Madongka dan SDN 9 Mawasangka Tengah (Masteng) yang terletak di Desa Lalibo. Sarana prasarana yang dibangun dan direhabilitasi diantaranya ruang kelas baru (RKB), ruang kantor, ruang perpustakaan, perbaikan halaman, WC, dan pagar sekolah. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 4,5 miliar.

Setelah dibangun, pengelolaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana serta rehabilitasi dua sekolah dasar tersebut

kemudian diserahkan kepada Pemkab Buteng untuk ditindaklanjuti Dinas Dikbud dan diteruskan kepada pihak sekolah untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

Serah terima dan penandatanganan berita acara pengelolaan dan pemanfaatan kedua sekolah dipusatkan di SDN 9 Masteng oleh Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Sultra Ir H Mustaba MT, Bupati Buteng H Samahuddin, dan Kadis Dikbud Kabupaten Buteng Abdullah di SDN 9 Masteng, Senin (23/12/2019).

Dokumen berita acara yang ditandatangani tersebut, kemudian diserahkan Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Sultra kepada Bupati Buteng. Selanjutnya bupati menyerahkannya kepada Kadis Dikbud Buteng, kemudian Kadis meneruskannya kepada Kepsek SDN 9 Masteng dan SDN 20 Lakudo selaku penerima manfaat dan pengelola.

Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Sultra, Mustaba, dalam sambutannya mengatakan mulai 2019 kegiatan renovasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, Perguruan Tinggi, dan pasar telah dilimpahkan pengelolaannya oleh presiden kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

"Ini berawal dari rapat kabinet di istana Bogor pada Juni 2018 lalu. Kemudian ditindaklanjuti dengan peraturan presiden (Perpres) No 43 Tahun 2019. Semua pekerjaan infrastruktur prasarana pendidikan, olahraga, dan pasar dilimpahkan pengelolaannya ke Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya," jelas Mustaba.

Ia menuturkan, berdasarkan data Dapodik yang diserahkan Kemendiknas kepada KemenPUPR, sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat di seluruh Indonesia ada sekitar 10 ribu daftar sekolah. Di Sultra, ada sekitar 300-an sekolah dan madrasah. Setelah diverifikasi lebih lanjut, ada 51 sekolah dan madrasah yang kerusakan beratnya paling urgen untuk ditangani.

"Dari 51 sekolah dan madrasah yang paling urgen untuk ditangani pada tahun 2019 ini, Kabupaten Buteng kebagian dua sekolah, yakni SDN 20 Lakudo dan SDN 9 Masteng. Anggaran yang digelontorkan untuk kedua sekolah dasar ini sekitar Rp 4,5 miliar," bebernya.

Mustaba menegaskan, pembangunan RKB baru dan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan belajar dan mengajar siswa dan guru di sekolah. "Bagaimana siswa mau belajar dengan tenang kalau sarana dan fasilitas sekolah yang ada rusak disana sini atau tidak lengkap," tandasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Buteng H Samahuddin mengucapakan syukur dan terima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Dirjen Cipta Karya KemenPUPR dan pemerintah provinsi melalui Balai Prasarana dan Permukiman atas perhatiannya membantu dan meningkatkan sarana prasarana serta fasilitas dua sekolah dasar di Kabupaten Buteng.

"Kami berharap, tahun depan ditambah lagi jumlah sekolah yang dibantu, karena masih banyak sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Buteng yang mengalami kerusakan berat dan harus ditangani dengan cepat," pinta Samahuddin.

Kepada kepala sekolah dan guru-guru yang sekolahnya sudah dibantu pembangunan dan rehabilitasinya, dirinya mengingatkan untuk memanfaatkan dan mengelolanya dengan baik. Sementara kepada para siswa diminta untuk tidak mencoret-coret dinding sekolah dan merusak fasilitas yang sudah dibangun dan direnovasi.(uzi)

Bagikan