RSUD Normal, Dokter Masih Tagih Janji Sekda

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kuantitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau sudah kembali normal seperti sediakala. Namun, dibalik semua itu ternyata masih ada janji yang belum ditunaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau kepada tenaga medis dan pegawai RS yang terletak di kawasan Palagimata ini.
Para dokter dan pegawai RSUD sudah mencabut aksi penurunan jam pelayanan pasca Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan verifikasi pada pertengahan Desember 2019 lalu. "Alhamdulillah pelayanan kepada masyarakat sudah kembali normal mulai pukul 08.00 Wita," ungkap Humas RSUD Baubau, La Ode Kasim dihubungi via seluler, Kamis (9/1).
Namun, Kasim mengaku belum mengetahui apakah tuntutan para dokter dan pegawai RSUD sudah dipenuhi. "Itu nanti konfirmasi langsung sama mereka (dokter, red). Yang jelas dokter dan pegawai sudah bekerja seperti biasa," tukasnya.
Terpisah, dr Lukman mengakui durasi pelayanan dari dokter-dokter sudah kembali normal. Namun, itu bukan berarti pihaknya sudah tak lagi menyuarakan protes atas persoalan di RSUD Baubau..
"Pelayanan sudah kembali seperti awal itu karena kami menghargai permintaan pak Sekretaris Daerah (Sekda). Tapi, intinya kami tetap masih protes karena belum ada penyelesaian terhadap tuntutan kami," tegas dr Lukman dihubungi wartawan.
Kata dia, pihaknya masih menunggu realisasi janji yang pernah dilontarkan oleh Sekretaris Daerah Kota Baubau, Roni Muhtar. Janji tersebut adalah menerjunkan tim ke RSUD Baubau.
"Bolanya masih pak Sekretaris Daerah (Sekda). Nanti kita lihat sampai kapan diselesaikan. Kalau dibiarkan berlarut-larut begini, maka yang rugi Rumah Sakit," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Sekot Roni Muhtar bersama jajarannya pernah turun langsung memediasi kisruh antara pegawai dan direktur RSUD Baubau, dr Nuraerni Djawa itu di aula gedung biru RSUD Baubau, Senin (2/12/2019) lalu.
"Hasil pertemuan ini saya akan melaporkan ke Wali Kota. Sesudah itu kita akan membentuk tim monitoring dan evaluasi (Monev) yang akan datang melihat pokok persoalan di RSUD ini," ungkap Roni usai memediasi pegawai dan direktur RSUD Baubau.
Adapun alasan utama yang melatari para dokter dan pegawai RSUD Baubau melayangkan protes yakni rekomendasi KARS tidak dipenuhi, ketidakpahaman manajemen belanja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan hak-hak yang dikebiri. Hal ini kemudian melahirkan mosi tidak percaya dokter dan pegawai terhadap Direktur RSUD Baubau, dr Nuraerni Djawa.(exa)