Berita Terkini
Baubau

Tiga Perusahaan akan 'Disuntik' APBD, Hanura-Perindo Ingatkan Pemkot Jangan Sekedar Kejar Untung

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 10 Januari 2020 13:41 WIB · 2 menit baca
Tiga Perusahaan akan 'Disuntik' APBD, Hanura-Perindo Ingatkan Pemkot Jangan Sekedar Kejar Untung
Noor Gemilang Siradja

PUBLIKSATU, BAUBAU - Seluruh fraksi DPRD setuju untuk membahas lebih lanjut empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau. Tiga diantaranya merupakan Raperda yang mengatur tentang penyertaan modal kepada Bank Sultra, Perusahaan Daerah (Perusda) PO-5 dan PDAM Baubau.

Sekretaris Kota Baubau, Roni Muhtar menjelaskan, pengajuan tiga Raperda Penyertaan Modal ini bertujuan memberikan ruang bagi lembaga-lembaga laba itu untuk dialokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Alhamdulillah, semua (fraksi) sudah setuju untuk dibahas," tutur Roni Muhtar, dikonfirmasi usai menghadiri rapat paripurna pemandangan fraksi terhadap empat Raperda di DPRD Baubau, Kamis (9/1).

Namun, dia belum bisa memprediksi nominal total APBD yang nanti akan disuntikkan kepada Bank Sultra, Perusda PO-5 dan Perusahaan Daerah Air Minum Baubau (PDAM) itu. Sebab, pihaknya masih perlu menunggu hasil kajian tim.

"Tentang nominalnya nanti kita lihat. Perhitungannya pasti sesuai yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga atau perusahaan itu," pungkas Plt Kepala BKPSDM Baubau ini.

Sementara itu, Juru Bicara Fraksi Hanura-Perindo, Noor Gemilang Siradja menuturkan, pihaknya menyetujui Raperda tersebut untuk dilanjutkan ke Panitia Khusus (Pansus) karena sifatnya dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Namun, pihaknya mengingatkan Pemkot suntikan dana ke perusahaan itu nantinya jangan cuma berorientasi pada keuntungan.

"Khususnya, Raperda Penyertaan modal ke Bank Sultra ini, kami menekankan agar semata-mata bukan hanya mengejar deviden. Tetapi, harus bisa mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) agar dampaknya bisa dirasakan masyarakat," ujar Noor Gemilang.

Kemudian, terang dia, pihaknya meminta penyertaan modal kepada Perusda PO-5 yang notabene akan membebankan APBD betul-betul melalui kajian matang. Pemkot Baubau harus mengurai secara jelas rencana bisnis perusahaan yang baru terbentuk itu.

"Terus, Penyertaan Modal kepada PDAM ini nanti berefek pada peningkatan kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan. Mencari sumber-sumber air yang menambah debit air secara maksimal sehingga sambungan baru tidak mengganggu yang sudah ada," ulas Gilang-sapaan akrab Noor Gemilang Siradja.

Selain itu, tambah Legislator Partai Hanura ini, pihaknya meminta PDAM untuk menerapkan pelayanan menggunakan sistem digital berbasis android maupun IOS. "Sehingga memudahkan masyarakat untuk mengurus permohonan, mengadukan kerusakan-kerusakan pipa termasuk membayar tagihan," pungkasnya.(exa)