Pertamax Tak Laris di Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dianggap tidak begitu diminati pemilik kendaraan bermotor. Penjualannya terbilang masih sangat rendah.
Fakta ini berdasarkan data penyaluran dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Baubau ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Agen Premium, Minyak dan Solar (APMS). Wilayah penyalurannya meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, Wakatobi dan Kabaena Kabupaten Bombana.
"Kita hanya menyalurkan Pertamax sekitar 8 Kilo Liter (KL) dalam sebulan. Jadi, itu kecil sekali, hampir tidak ada (pembeli) disini, tidak laku," ungkap Fuel Terminal Manager TBBM Pertamina Baubau, Abdul Rahman, dikonfirmasi, kemarin.
Angka penyaluran Pertamax itu, menurut dia, jauh lebih kecil dibandingkan dengan empat jenis BBM lain yakni Pertalite, Premium, Biosolar dan Kerosene (minyak tanah). Setiap harinya, total penyaluran lima jenis BBM sekitar 400 KL.
"Biosolar paling banyak disalurkan yakni 200 KL per hari. Sedangkan, Kero (minyak tanah) 100 KL perhari, Pertalite 60 KL perhari dan Premium berkisar 50 KL perhari,"
Khusus BBM bersubsidi seperti Premium, tambah Rahman, jumlah penyalurannya dibatasi. "Itu pun kita gilir SPBU-nya," pungkasnya.(exa)
BAUBAU - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dianggap tidak begitu diminati pemilik kendaraan bermotor. Penjualannya terbilang masih sangat rendah.
Fakta ini berdasarkan data penyaluran dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Baubau ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Agen Premium, Minyak dan Solar (APMS). Wilayah penyalurannya meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, Wakatobi dan Kabaena Kabupaten Bombana.
"Kita hanya menyalurkan Pertamax sekitar 8 Kilo Liter (KL) dalam sebulan. Jadi, itu kecil sekali, hampir tidak ada (pembeli) disini, tidak laku," ungkap Fuel Terminal Manager TBBM Pertamina Baubau, Abdul Rahman, dikonfirmasi, kemarin.
Angka penyaluran Pertamax itu, menurut dia, jauh lebih kecil dibandingkan dengan empat jenis BBM lain yakni Pertalite, Premium, Biosolar dan Kerosene (minyak tanah). Setiap harinya, total penyaluran lima jenis BBM sekitar 400 KL.
"Biosolar paling banyak disalurkan yakni 200 KL per hari. Sedangkan, Kero (minyak tanah) 100 KL perhari, Pertalite 60 KL perhari dan Premium berkisar 50 KL perhari,"
Khusus BBM bersubsidi seperti Premium, tambah Rahman, jumlah penyalurannya dibatasi. "Itu pun kita gilir SPBU-nya," pungkasnya.(exa)