Berita Terkini
Baubau

Pemkot Baubau Melunak Soal Keterlambatan RAT Koperasi

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 21 Januari 2020 13:58 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pemkot Baubau Melunak Soal Keterlambatan RAT Koperasi
H Yakub

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Kota (Pemkot) mencatat dari 260 koperasi hanya 71 yang masih aktif di Kota Baubau. Dari jumlah tersebut, baru tiga koperasi yang melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2019.

"Kita sudah sampaikan kepada koperasi itu agar segara melaksanakan RAT. Memang sesuai aturan itu, koperasi diberi kesempatan melaksanakan RAT 2019 paling lambat sampai akhir Februari 2020," tutur Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Baubau, Yakub, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (20/1).

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, akui dia, banyak koperasi yang melaksanakan RAT pada Maret-April atau melewati ketentuan batas waktu. Namun, pihaknya tidak memberikan tindakan tegas dengan pertimbangan demi keberlangsungan koperasi tersebut.

"Kita juga menilai koperasi-koperasi itu masih ada niat baik untuk menjalankan roda organisasi dengan baik. Jadi, kita berikan toleransi saja. Dari pada tidak ada yang laksanakan, lebih tidak bagus lagi," ujar mantan Kabag Umum Setda Baubau ini.

Dari 189 koperasi yang tidak aktif lagi melaksanakan RAT, tegas dia, tiga diantaranya sudah diusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk dibubarkan. "Namun provinsi masih mempelajari dulu layak dibubarkan atau tidak," bebernya.

Yakub menambahkan, tiga koperasi yang sudah melaksanakan RAT tahun buku 2019 yakni koperasi simpan pinjam Tokalapeta, koperasi simpan pinjam Wolio Momanuruna dan koperasi nelayan Bone Molagina.

"Tiga koperasi ini tumbuh dengan omzet yang cukup besar tahun kemarin. Tokalapeta itu Rp 1,5 miliar, Wolio Momanuruna Rp 2 miliar dan Bone Molagina itu omzetnya dalam bentuk barang itu berkisar Rp150 juta," pungkasnya.(exa)

Bagikan