Berita Terkini
Baubau

FKM Unidayan Gelar Donor Darah, Ratusan Orang Ikutan Beramal

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 24 Januari 2020 19:19 WIB · 2 menit baca
Bagikan
FKM Unidayan Gelar Donor Darah, Ratusan Orang Ikutan Beramal
Donor Darah FKM Unidayan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unidayan Kota Baubau menggelar donor darah di Baruga La Ode Malim, Kamis (23/01). Aksi sosial ini mendapat respon tinggi dari berbagai pihak.

Tercatat, ada 273 orang melakukan registrasi ikut terlibat dalam donor darah tersebut. Mereka dari kalangan mahasiswa dalam dan luar Unidayan, karyawan, dosen, dan bahkan masyarakat.

Kegiatan ini bagian dari implementasi mata kuliah pemasaran sosial untuk melihat perilaku masyarakat. Keberanian para peserta aksi pun terpacu setelah mahasiswa memberikan edukasi terkait manfaat dari donor darah.

"Aksi donor darah ini, pertama mahasiswa lebih peduli. Kedua, orang yang masih tinggi ketakutannya terhadap donor darah diberi edukasi bahwa donor darah ini dijadikan sebagai lifestyle (gaya hidup)," jelas dosen mata kuliah pemasaran sosial FKM Unidayan, Fitriani kepada wartawan.

Hasilnya, kata dia, antusiasme peserta luar biasa jauh dari perkiraan. Dari target 180 orang ternyata yang melakukan registrasi mencapai 273 orang.

"Sedangkan yang lolos untuk donor darah itu 80 kantong darah. Yang lain tidak terkafer dengan alasan kesehatan misal HB-nya tidak mencukupi dan kemudian berat badan serta tekanan darahnya. Tetapi, intinya mereka telah menunjukkan keberaniannya untuk mendonor," ujarnya.

Menurut dia, para peserta yang tidak terkafer setidaknya bisa menambah wawasan. Ternyata untuk memperoleh standar kesehatan donor darah dibutuhkan pola hidup sehat.

Sementara itu, petugas Palang Merah Indonesia (PMI), dr Yeni Arnas menuturkan, capaian 80 kantong darah dari kegiatan FKM Unidayan ini terbilang lumayan banyak. Sebab, biasanya untuk lingkungan kampus, pihaknya rata-rata mendapat 50 kantong.

"Kita berharap ini bisa dilakukan secara rutin. Minimal setiap tiga bulan atau dengan kata lain setahun bisa empat kali," jelas Yeni.

Kelayakan darah yang terkumpul, ungkap dia, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Pihaknya ingin memastikan apakah darah itu bebas dari empat penyakit yakni, HIV, Hepatitis B, Hepatitis A, dan Sipilis.

"Makanya sekarang di formulir darah itu ada nomor HP. Jadi sekaligus kalau nanti diperiksa darahnya berpenyakit, kita hubungi nanti datang di kantor PMI ketemu saya untuk kemudian disampaikan apa yang harus dilakukan. Itulah kegunaannya diperiksa, kalau ada yang tidak normal di darahnya dia bisa tahu dan bisa langsung berobat ke dokter," bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia, Nurmulya Pertiwi menambahkan, pihaknya termotivasi untuk melakukan kegiatan donor darah ini lantaran minimnya pendonor darah di Kota Baubau. "Jadi, ketika kita adakan kegiatan seperti ini, tentunya kita sudah membantu PMI juga untuk mengumpulkan pendonor," tandas Nurmulya.(ans)

Bagikan