Tangkal Virus Corona, Imigrasi Baubau Perketat Pengawasan Melalui Karantina

PUBLIKSATU, BAUBAU - Wabah virus Corona saat ini telah menjadi perhatian dunia. Bukan main-main virus tersebut telah menginfeksi ribuan orang di seluruh China dan mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia.
Negara-negara lainnya telah melakukan upaya penangkalan terhadap virus corona. Juga termasuk di Indonesia, khususnya di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.
Meski kemungkinan masuk virus corona sangat kecil, namun pihak Imigrasi Baubau tetap memperketat pengawasan terhadap masuknya WNA.
"Kemungkinan masuknya virus corona di Baubau sangat kecil," kata Kepala Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Baubau, Teguh Santoso saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Warga Negara Asing (WNA) yang masuk terlebih dahulu akan melalui karantina. Mereka akan dicek kesehatannya, jika ada yang terjangkit virus atau penyakit yang membahayakan, maka pihak Imigrasi akan menolak WNA tersebut untuk masuk di wilayah kerjanya.
Lanjut kata Teguh Santoso, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari pihak karantina mengenai penyebaran virus Corona di Baubau.
"Kita disini TPI khusus untuk pertamina dan antisipsinya kita ada CIQ (Custom Immigration Quarantine) jadi kalau kita melakukan pemeriksaan di alat angkut atau kapal yang pertama naik adalah pihak karantina untuk mengecek apakah yang bersangkutan memiliki penyakit atau tidak," tukasnya.
Saat ini tenaga kerja asing sudah meninggalkan Kota Baubau. Namun kata Teguh Santoso, masih terdapat delapan orang TKA China di wilayah kerja Kanim Baubau. “Delapan orang itu tersebar di Lawele Kabupaten Buton dan Buton Tengah," ungkapnya.
Untuk diketahui, seorang pakar di pemerintahan China menyebut wabah virus corona bisa mencapai puncaknya dalam waktu sekitar 10 hari. Virus itu sendiri telah menewaskan 106 orang di China.
Dilansir dari AFP, Selasa (28/1/2020), virus corona baru yang telah menginfeksi ribuan orang di seluruh China itu memiliki kesamaan genetik dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), sebuah patogen yang menewaskan sekitar 650 orang di daratan dan Hong Kong pada tahun 2002-2003 lalu.
Virus baru itu pertama kali muncul pada awal Desember 2019 lalu di pusat kota Wuhan dan jumlah kasusnya telah melonjak dalam beberapa hari terakhir. (sim/po1)