Baubau

Balita Batuatas Diagnosa Kurang Gizi

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 1 Februari 2020 14:00 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Balita Batuatas Diagnosa Kurang Gizi
Damar Terbaring di RS

PUBLIKSATU, BAUBAU – Seorang balita tiga tahun, Damar menderita kondisi tubuh yang mencemaskan. Bayi asal Desa Wambongi, Kecamatan Batuatas Kabupaten Buton Selatan (Busel) ini kurus kering disertai mata dan pipi cekung.

Damar menjalani rawat inap di ruang Anggrek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Kota Baubau. Tubuhnya yang terkulai lemas dan alat pernapasannya dibantu dengan selang oksigen.

Derita Damar mendapat perhatian dan kunjungan dari Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Candra Tangkari, Rabu (29/1) kemarin. Damar diindikasikan sedang mengidap gizi buruk.

Sang paman, La Dami menceritakan, Damar mengalami sakit keras ini sekitar tiga bulan. Mulanya sakit perut, tidak berselang lama, kemudian muntah ulat.

“Kemudian, demam, berak-berak dan batuk disertai muntah. Demam, batuk, berak-berak dan muntah ulat besar-besar ini silih berganti. Padahal, waktu lahir sampai satu tahun lebih, dia ini sehat dan lumayan montok,” ungkap Dami, dikonfirmasi di RSUD Palagimata, kemarin.

Kata dia, kondisi terparah terjadi sepekan lalu. Saat itu, Damar jatuh kurus, mata dan pipi menjadi cekung bahkan nafas sempat terputus.

Ia menuturkan, sebelum dibawa ke RSUD Baubau, Damar terlebih dahulu dirawat di Puskesmas di Batuatas. Namun, perawatan dan obat yang diberikan tidak membuahkan kesembuhan yang maksimal.

“Nanti, tiga hari lalu (Senin, 27 Januari 2020) kemarin kita bawa di RSUD Baubau ini. Badan memangnya masih kurus, tapi sudah agak mendingan dibanding sebelumnya tinggal tulang,” ulasnya.

Ia mengakui, Damar menjalani perawatan sebagai pasien umum. “Dia tidak ada (kartu) Badan Penyelenggara Jaminan BPJS-nya,” pungkasnya.

Namun belakangan Damar sudah mendapatkan BPJS tertanggal 29 Januari 2020.

Dikonfirmasi dokter RSUD Palagimata, dr Amiruddin yang menangani Damar sesuai hasil pemeriksaannya, Damar diagnosa mengalami penyakit yang komplikasi. Damar diagnosa dr Amiruddin menderita gizi buruk.

Tak hanya itu balita juga diduga menderita Tuberkulosis (TBC), serta ascariasis alias cacingan. Pasien juga mengalami kekurangan darah akibat tak berobat secepatnya. Untuk memulihkan kondisi gizi, Damar harus menjalani pengobatan intensif untuk menyembuhkan penyakit. Kemudian pemulihan gizinya. (exa)

Bagikan