Berita Terkini
Baubau

Unidayan Kampus Merdeka

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 5 Februari 2020 13:16 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Unidayan Kampus Merdeka
irwansyah amunu

SOAL jadi solusi. Mungkin ini kalimat yang tepat menggambarkan bagaimana kegigihan Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), Ir H LM Sjamsul Qamar MT untuk mencari jalan keluar problem institusi yang dipimpinnya.

Betapa tidak, untuk mendorong minat mahasiswa kuliah sekaligus kerja, suami Ny Maasra ini menciptakan Program Studi (Prodi) bernama Agro Preneur. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong mahasiswanya berjiwa wirausaha atau enterpreneur di bidang pertanian.

Mahasiswanya langsung bercocok tanam. Hasilnya dijual. Mereka diasramakan dan bebas SPP. Luar biasa.

Nah, begitu mendengar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim meluncurkan program Kampus Mereka, hanya lima semester kuliah, selebihnya tiga semester magang, saya katakan Unidayan lebih maju. Prodi Agro Preneur diluncurkan lebih dulu sebelum Kampus Mereka.

Hebatnya lagi, dari semester satu sudah kerja dan menjadi enterpreneur. Sementara Kampus Mereka nanti semester enam baru magang.

Makanya saya berseloroh ke Rektor Sjamsul, mestinya saat peluncuran Kampus Mereka oleh Menteri Nadiem yang dipanggil Rektor Unidayan. Mendengar ini, bapak tiga anak ini terkekeh seraya melempar senyum khasnya.

Jangan heran, begitu Menteri Nadiem meluncurkan program Kampus Mereka, Unidayan langsung siap. Lebih jauh Sjamsul menjelaskan pihaknya segera menyesuaikan dengan kebijakan baru Kemendikbud.

Paling signifikan mengenai Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Artinya seorang mahasiswa supaya supaya kompetensi di bidangnya

belajar di Prodinya hanya lima semester.

Setelah itu mahasiswa diberikan hak untuk memilih apakah mengambil mata kuliah di universitas lain yang bekerjasama dengan Unidayan atau di Prodi lain di Unidayan. Bisa juga bekerja atau magang di perusahaan, LSM atau instansi pemerintah. Termasuk riset di LIPI atau Litbang setempat. Semuanya di bawah bimbingan dosen di Prodinya.

Untuk itu, Sjamsul mengaku pihaknya akan melibatkan pakar untuk merancang kurikulum semua Prodi di Unidayan, supaya lima semester bisa kompoten dibidangnya. Sehingga kampus swasta terbesar di Sultra ini bisa menghasilkan alumni yang punya kreativitas dan berjiwa entrepreneur.

Jadi, tamat kuliah tidak ada lagi problem lapangan pekerjaan karena tiga semester sudah ditempa sesuai dengan hobi atau bakatnya. Tidak lagi berebut kerja di sektor formal, tapi bukan berarti tidak bisa jadi ASN.

Sjamsul mengaku baru dua hari pulang dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) memperoleh petunjuk soal Kampus Merdeka. Karena saat ini akhir semester, bisa jadi mulai diberlakukan pada awal tahun ajaran baru.

Pendek kata, Unidayan siap ke era baru, industri 4.0. "Kita siapkan mahasiswa menuju itu. Kita serius karena sesuatu yang baru. Informasi dari teman-teman yang ke luar negeri yang pernah kuliah di luar negeri, S1 atau S2 seperti itu. Di Amerika misalnya, mahasiswa kuliah sesuai pation-nya. Mahasiswa memang harus diberikan keluasan kalau lulus mau jadi apa. Harus jelas semuanya," terang Sjamsul.(Follow Instagram: @irwansyahamunu)

Bagikan