Abrasi Ancam Pesisir Siompu Barat, Rumah Warga Nyaris Tergerus
Bagikan

PUBLIKSATU.CO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Selatan (Busel) meninjau langsung pantai Desa Katampe, Molona dan Lamaninggara, Kecamatan Siompu Barat yang terdampak abrasi.
Abrasi yang sudah menumbangkan beberapa pohon kelapa dan berkurangnya pasir di pantai dengan panjang sekitar 4 km tersebut terjadi karena cuaca ekstrem gelombang tinggi. Juga pengambilan pasir yang secara terus menerus oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Tim BPBD Busel bersama Staf Ahli langsung meninjau titik bencana abrasi setelah mendapat perintah dari Bupati Buton Selatan, H La Ode Arusani usai melaksanakan olahraga dan senam bersama masyarakat di lapangan Desa Molona, Siompu Barat, Sabtu (22/02/2020).
-
Kepala BPBD Busel (baju putih) saat meninjau pantai Katampe
Di Katampe, abrasi pantainya sudah sekitar 4 meter. Sedikit lagi akan menerobos rumah warga yang letaknya tak jauh dari bibir pantai. Sementara di Molona dan Lamaninggara juga terjadi abrasi namun sebagian lainnya sudah dibangun talud.
"Pencegahan untuk mengurangi abrasi pantai di daerah Molona. Ini masyarakat nelayan yang berpenduduk di sekitar pantai mengeluhkan cuaca ekstrem gelombang tinggi. Olehnya itu kami mengadakan tinjau lapangan sehingga hal-hal yang telah terjadi dari tahun ke tahun berkurang. Maksudnya pasir-pasir terjaga dengan baik," kata Kepala BPBD Buton Selatan, Zamaluddin kepada publiksatu.co.
Dari tinjauan lapangan tersebut, abrasi yang perlu mendapatkan penanganan yakni dari pekuburan Desa Katampe sampai dermaga Desa Molona dengan panjang sekitar 300 meter.
Selanjutnya pihak BPBD akan segera menganalisa lingkungan terkait pembangunan talud pantai penahan gelombang tersebut.
"Tergantung analisa lingkungan agar masyarakat nelayan tidak terganggu mata pencaharian mereka dan melindungi rumah-rumah penduduk sekitar pantai," ungkapnya.
Dari Desa Katampe sampai Lamaninggara sudah ada beberapa pemecah ombak, namun bila musim timur tiba gelombang tinggi di daerah tersebut tak terbendung. Gelombang air laut tetap merembes ke bibir pantai sehingga mengakibatkan abrasi.
-
Salah satu rumah warga Desa Molona yang terdampak abrasi. Kini rumah tersebut tak dihuni lagi.
Sementara itu warga sekitar pantai Katampe mendukung pemerintah agar cepat melakukan penanganan. Pasalnya, abrasi kian mendekati rumahnya.
"Bagusnya secepatnya di talud. Karena kalau sudah keras ombak bahaya kita di sini. Meski ada pemecah ombak tetap dia keras naiknya ke sini," harap Sasia.
"Baru pasirnya sering diambil kalau sudah tengah malam," keluhnya lagi. (sim)