KPM di Buton Selatan Terima Bansos Sembako Rp 694 Juta
Bagikan

PUBLIKSATU, BATAUGA - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima bantuan sosial (Bansos) sembilan bahan pokok (sembako) per Januari-Februari 2020. Anggaran yang dikucurkan untuk bantuan ini sebanyak Rp 694.200.000 untuk 4.628 penerima.
Satu penerima manfaat mendapat Rp 150.000 perbulan. Angka ini naik dari yang sebelumnya hanya Rp 110.000.
Bansos sembako diserahkan langsung oleh Bupati Buton Selatan, H La Ode Arusani kepada perwakilan desa dan kelurahan di aula Gedung Wisata Rujab Bupati, Minggu (23/02/2020).
Arusani berharap agar bantuan tersebut dapat tepat sasaran dan mengurangi angka kemiskinan di daerahnya. Kendati demikian, ia meminta kepada penerima manfaat agar naik kelas sehingga bisa mandiri.
"Kalau mengharapkan terus bantuan kapan generasi kita akan bangkit. Jangan kita bangga dapat bantuan banyak, nanti masyarakat kita tidak bekerja. Usahakan menyentuh ke masyarakat dalam satu kali dapat, kemudian mereka bisa berdiri sendiri," kata Bupati Arusani kepada publiksatu.co.
Olehnya itu orang nomor satu Busel ini meminta kepada pengawas, pendamping serta instansi terkait dapat memberikan bimbingan dan pemahaman secara berkala kepada penerima manfaat agar bisa menopang perekonomiannya sendiri tanpa mengharapkan lagi bantuan.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Buton Selatan, La Ode Taatlan menjelaskan, mereka yang mendapat bantuan tersebut sudah masuk dalam Data Terpadu Keluarga Sejahtera (DTKS).
"Bulan lalu kita berikan kepada 4.493 penerima kemudian bulan ini naik 135 penerima manfaat. Jadi total sebanyak 4.628 penerima. Mereka diberikan bantuan oleh pemerintah berupa non tunai. Bansos sembako ini mereka hanya bisa belanjakan seperti beras telur, sayur, ikan dan daging. Jadi sumber protein dan nabati," ungkap La Ode Taatlan.
Lanjut kata dia, data ini akan terus berubah karena menggunakan sistem informasi keluarga sejahtera next generation sehingga bansos ini bukan selama seumur hidup, mereka akan naik kelas yang tadinya pra-sejahtera menjadi sejahtera.
"Ini akan jalan setiap saat berubah terus, orang bertambah miskin masuk, orang yang sudah kelihatan rumahnya bagus keluar dan akan dicoret," pungkasnya.
Lebih lanjut La Ode Taatlan menjelaskan, pihaknya akan memberikan label Penerima Bansos Pra-sejahtera, Semoga Menjadi Sejahtera di tiap rumah. Jika sudah naik kelas, mereka selanjutnya akan dibina lewat bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk kelompok-kelompok usaha seperti perbengkelan, peternakan, pertanian serta industri-industri kecil lainnya.
Ia berharap agar bantuan tersebut tepat sasaran dan dapat mengurangi angka kemiskinan di Busel.
Di tempat yang sama, salah satu penerima manfaat bansos sembako dari Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.
"Saya bersyukur dengan adanya bantuan ini setidaknya bisa mengurangi beban saya. Terima kasih juga kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan," ucap Mariati. (sim)