Berita Terkini
Baubau

Dewan Minta Pemkot Baubau Seriusi Ancaman Gempa

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 27 Februari 2020 13:42 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Dewan Minta Pemkot Baubau Seriusi Ancaman Gempa
Acep Sulfan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari mengungkap adanya potensi gempa bumi berkekuatan kuat melanda pulau Buton. Peringatan bencana tersebut mengundang perhatian anggota DPRD Kota Baubau, Acep Sulfan.

Legislator Gerindra ini meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau agar tidak menyepelekan informasi tersebut. Pemerintah seyogyanya sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif.

"Saya yakin Pemkot akan punya perhatian terhadap potensi gempa sebagaimana yang disebut BMKG itu. Saya berharap bencana itu tidak terjadi. Tapi, Pemkot juga harus ada persiapan," kata Acep dikonfirmasi via seluler, Rabu (26/2).

Menurut anggota Komisi II DPRD Baubau ini, upaya yang bisa dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait antara lain mitigasi dan membangun infrastruktur pendukung lainnya. Sehingga, baik korban jiwa maupun kerugian material bisa diminimalisasi bila bencana itu benar-benar melanda.

"BPBD bisa mengintensifkan program mitigasi berupa simulasi gempa dan terpenting juga mengaktifkan alat pendeteksi gempa bumi. Kemudian, untuk masyarakat agar mendirikan bangunan dengan konstruksi tahan gempa yang berkekuatan kuat," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, BMKG Kendari menyebut pulau Buton memiliki sesar Buton Segmen B yaitu patahan yang berada di sisi barat daratan pulau Buton yang memanjang dari Kabupaten Buton Utara hingga Kota Baubau.

Berdasarkan buku pusat gempa Nasional, guncangan dari sesar Buton itu diperkirakan bisa mencapai magnitude maksimum 7,1. Pantauan sejak 2007 sampai 2020, BMKG Kendari mencatat sekitar 952 kejadian gempa bumi, baik yang guncangannya dirasakan maupun tidak oleh warga.

"Untuk pulau Buton memang berpotensi gempa bumi karena menurut literatur kami, di Pulau Buton itu ada patahan cukup aktif yaitu sesar Buton segmen B, "ungkap Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kendari, Rosa Amelia sebagai dikutip dari RRI, Jum'at(21/2) lalu.(exa)

Bagikan