Berita Terkini
Baubau

DPPKB Baubau Dorong Pasutri Pakai Alat Kontrasepsi Tahan Lama

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 27 Februari 2020 14:04 WIB · 2 menit baca
DPPKB Baubau Dorong Pasutri Pakai Alat Kontrasepsi Tahan Lama
Suarmawati

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Baubau mencoba menekan jarak kehamilan peserta program KB. Mereka mendorong pasangan suami istri (Pasutri) untuk menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

"Kita mau mencoba merubah mindset masyarakat supaya memakai alat kontrasepsi yang jangka panjang seperti IUD, Spiral, dan MOW," kata Kepala DP2KB Baubau, Suarmawati dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (26/02).

Ia membeberkan, penggunaan alat kontrasepsi seperti IUD atau Implan ini bisa bertahan sampai enam tahun. Sementara, untuk alat kontrasepsi hormonal itu harus dipakai setiap hari.

Menurut dia, MKJP lebih aman dan lama dipakai. Sementara, kontrasepsi hormonal seperti pil itu rentan lupa digunakan Pasutri. Belum lagi resiko gemuk dan muncul jerawat.

"Makanya, kami mendorong supaya pasangan usia subur bukan semata-mata mengikuti KB saja, tapi bisa mengikuti MKPJ. Karena, selama ini, mereka kebanyakan memakai alat kontrasepsi hormonal seperti suntik dan pil," ujarnya.

Dia menguraikan, sebanyak 41 Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) menjadi ujung tombak untuk menyosialisasikan MKJP tersebut. Hasilnya, selama dua bulan belakangan, sekitar 80 persen Pasutri usia subur sudah merespon positif program tersebut.

Suarmawati menuturkan, MKJP ini merupakan program nasional yang disertai dengan penggratisan alat kontrasepsi untuk peserta KB. Sehingga, pihaknya siap mensuplai alat kontrasepsi itu kepada semua Fasilitas Kesehatan (Faskes) untuk digratiskan kepada Pasutri.

"Program KB ini kan mengatur jarak kelahiran. Idealnya, seorang ibu itu baru bisa hamil lagi sekitar 3,5 tahun pasca melahirkan. Kalau jarak kelahiran teratur, maka orang tua bisa mengatur pendidikan jasmani dan rohani anaknya. Otomatis visi misi Wali Kota meningkatkan kesejahteraan bisa terealisasi," pungkasnya.(exa)