MTQ Tingkat Kota Baubau Ditutup, Hasil Akhir Telat Direkap
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kota Baubau ke-XI resmi ditutup di aula Palagimata, kemarin sore. Namun, penutupan itu ternyata belum langsung diikuti dengan pengumuman juara secara keseluruhan.
Alasannya, panitia MTQ belum tuntas melakukan rekapitulasi pemenang lomba. Paling menonjol menyusun daftar juara dari golongan cabang Tilawah Al Qur'an.
Kendati begitu, menurut Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Baubau, La Ode Ahmad Monianse menilai pelaksanaan MTQ XI ini cukup menggembirakan. Peta juara menyebar dan merata atau tidak terfokus di satu kecamatan saja.
"Secara umum, kualitas MTQ kali ini sudah mulai bagus. Angka partisipasi setiap kecamatan tinggi sekali. Bahwa ada yang menang dan kalah, itu hal biasa dalam sebuah kompetisi," ujar Monianse dikonfirmasi usai penutupan MTQ Baubau ke-XI.
Wakil Wali Kota Baubau ini mengakui masih ada cabang lomba MTQ XI ini yang tidak ada sama sekali pesertanya. Cabang tersebut antara lain Hafalan 20 dan 30 juz serta Tafsir Bahasa Arab-Indonesia-Inggris.
"Itulah yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) LPTQ. Karena ini cabang lomba yang selalu dipertandingkan dalam MTQ. Untuk itu, nanti kita melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa lembaga-lembaga pembinaan Al Qur'an seperti pesantren," imbuhnya.
Dia menuturkan, peserta yang ditetapkan juara I nantinya akan dimasukkan ke pemusatan latihan sebelum diutus mewakili Kota Baubau dalam MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendatang. Selain itu, pihaknya juga dalam waktu dekat berencana meninjau kelayakan pemondokan peserta MTQ Sultra di Kabupaten Konawe Selatan.
"Kalau peserta dan cabang-cabang mana saja yang akan kita ikuti di MTQ tingkat provinsi, itu saya belum dapat laporan pasti. Yang jelas, kita juga akan meminimalisasi hambatan-hambatan non teknis yang akan dialami wakil kita," tandas Ketua DPC PDI-Perjuangan Baubau ini.(exa)