Terlalu Cemas Hadapi Virus Korona, Sebaiknya Lakukan Ini
Bagikan

PUBLIKSATU.CO –Masyarakat Indonesia diliputi kecemasan Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan 2 kasus positif virus korona jenis baru, Rasa cemas ini mendorong kepanikan dan aksi borong barang pun terjadi.
Melihat hal ini, Psikiater dari RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dr.Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan, rasa cemas memang memberikan respon pada tubuh untuk cepat melakukan perlindungan untuk memastikan keamanan.
“Rasa cemas adalah reaksi emosi yang wajar yang disebabkan oleh suatu keadaan yang tidak diharapkan yang diasumsikan dapat menimbulkan bahaya,” kata dr. Lahargo, Rabu (4/3).
Nah, inilah sebab beberapa orang terlihat memborong masker, sanitizer, hingga sembako setelah pengumuman pasien positif korona. Mereka merasa dalam bahaya. Bahkan, banyak orang menggunakan masker di tempat-tempat umum.
Reaksi emosi cemas ini positif dan baik apabila dirasakan dan direspon sewajarnya. Namun, jika tidak dikendalikan, bisa menyebabkan gangguan cemas atau ansietas.
Seseorang akan khawatir, gelisah, panik, takut mati, takut kehilangan kontrol, jantung berdebar lebih kencang, napas sesak, pendek, berat, perut mual, kembung, diare, kepala pusing, berat, terasa ringan, kulit terasa gatal, kesemutan, otot-otot terasa tegang, dan nyeri dan gangguan tidur. Tentunya ini akan merugikan kehidupan seseorang.
Menurut dr. Lahargo, ada dua sikap mental yang terjadi di masyarakat saat menghadapi isu virus Korona. Adalah reaktif dan responsif.