Gema Pembebasan Peringati Runtuhnya Khilafah
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi gerakan mahasiswa (Gema) Pembebasan Kota Baubau turun ke jalan dalam rangka memperingati peristiwa runtuhnya khilafah pada 3 Maret 1924, bertempat di depan kampus Universitas Muhammadiyah Buton, Rabu (4/3).
Meskipun diguyur hujan tak menyurutkan semangat dan antusias para peserta aksi damai menyampaikan aspirasinya dalam peristiwa keruntuhan sistem pemerintahan islam di Turki Utsmani itu.
Mengawali orasinya, Ketua Gema Pembebasan Kota Baubau, Funarno Juriadin P mengatakan bahwa sudah sewajibnya umat Islam menerapkan aturan Islam secara menyeluruh. Menurutnya, sebagaimana Allah SWT mengatur hubungan manusia dengan tuhannya, hubungan manusia sama manusia dan manusia dengan dirinya sendiri.
Hanya saja kata dia, hari ini seluruh perintah tersebut tidak lagi diterapkan dan bahkan umat Islam mengabaikan hampir seluruh syariat Islam. Hal itu disebabkan karena umat Islam sudah tidak lagi memiliki seorang pemimpin yang dikenal dengan istilah khalifah.
"Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia tanpa terkecuali, sebut saja hubungan manusia sama penciptanya mencakup urusan ibadah ritual seperti salat, zakat, haji, puasa dan baca alquran. Kemudian hubungan manusia dengan dirinya sendiri seperti makan makanan halal, minuman halal dan cara berpakaian. Serta terakhir hubungan manusia dengan sesama manusia mencakup urusan politik islam, ekonomi islam, sosial islam dan hukum dalam islam," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan orator lainnya yang merupakan mahasiswa UM Buton, Aldin Abdullah. Dalam orasinya mengingatkan bahwa ketika hari ini umat Islam tidak memiliki khilafah, maka bisa diibaratkan anak ayam yang tak memiliki induk. Umat islam dibelahan dunia lainnya dengan begitu mudahnya mengalami penindasan.
Maka melalui kesempatan yang ada meskipun dalam kondisi hujan koordinator lapangan (korlap), Jeklin menegaskan kondisi umat islam hari ini tanpa adanya khilafah merupakan perkara yang sangat penting dan harus diperjuangkan.(p5)