Cegah Korona, Pakai Masker atau Cuci Tangan, Mana Yang Lebih Efektif ?
Bagikan

PUBLIKSATU – Meningkatnya jumlah pasien positif virus Korona jenis baru di Indonesia membuat masker kesehatan semakin diburu oleh masyarakat. Padahal, sudah berulang kali Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa masker diperuntukkan bagi mereka yang sakit.
Hal itu dibenarkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. Akan tetapi, Ari mengatakan bahwa jika seseorang yang sehat ingin memakai masker, hal ini sebetulnya sah-sah saja.
“Jawaban saya silahkan saja. Tapi pertanyaannya untuk apa pakai masker di luar rumah kalau kita sehat. Sebenarnya orang sehat pakai masker pun tidak ada masalah,” katanya. Rabu (11/3).
Dia menambahkan sebenarnya yang harus pakai masker adalah orang yang sakit atau ketika kita akan kontak dengan orang sakit. Masker juga diperlukan oleh para petugas kesehatan yang akan melakukan tindakan medis.
“Untuk masyarakat umum yang sehat, saat kita pakai masker cenderung menyentuh daerah hidung atau mulut saat membetulkan posisi masker. Belum lagi kalau kita tidak menggunakan masker dengan benar hal ini justru pemakaian menjadi kontraproduktif,” tuturnya.
Hal lain juga harus diperhatikan bahwa sampah masker dikategorikan sampah medis. Jadi, harus dibuang pada tempat sampah yang tepat setelah digunakan.
“Sedih saya di CFD Sudirman Jakarta kemarin saya menemukan masker bekas di pinggir jalan. Di sisi lain sebagaimana kita ketahui penularan virus COVID-19 melalui droplet jadi jelas bisa diketahui kalau pasiennya batuk, pilek atau bersin,” katanya.