Cegah Corona, Mahasiswa Tolak Kedatangan Kapal Asing dan Ancam Boikot Pelabuhan Baubau

PUBLIKSATU - Sejumlah mahasiswa Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) secara tegas menolak kedatangan kapal pesiar yang akan mengangkut ratusan wisawatan mancanegara (Wisman) ke daerahnya. Bahkan mereka mengancam akan memboikot pelabuhan. Hal ini dilakukan untuk mencegah wabah virus korona (Covid-19).
Meski belum pasti jadwal kedatangan wisman tersebut pemerintah diminta untuk mengambil langkah pencegahan. Mengingat Kota Baubau merupakan daerah transit yang bisa menjadi pintu masuk pandemi korona.
Ketua BEM Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), Dalman menyarankan kepada Wali Kota Baubau segera menyurat ke syahbandar untuk tidak memberikan izin sandar kapal wisatawan tersebut.
"Hal ini terus terang harus dipikirkan oleh Pemerintah Kota Baubau, yang dimana pada tanggal 18 Maret ini akan kedatangan kunjungan kapal pesiar dunia. Sebaiknya pemerintah terlebih dahulu menyiapkan pola antisipasi virus corona di pelabuhan sebelum kedatangan tamu wisatawan tersebut mengingat Baubau adalah kota dagang dan jasa yang strategis dan rentang menjadi pintu masuk penyebaran virus corona," ucap Dalman kepada Publiksatu.co, Sabtu (14/03/2020).
"Sebab kesehatan masyarakat Baubau adalah tanggung jawab kita bersama dan tak sebanding dengan uang yang akan didapat dari wisatawan yang datang," sambungnya.
Lanjut kata Dalman, jika pemerintah tetap memaksakan keadaan dengan tidak mengedepankan prinsip keselamatan bersama, maka mahasiswa Unidayan dan masyarakat akan memboikot pelabuhan demi keselamatan masyarakat Kota Baubau.
"Kedatangan wisatawan ini harus betul-betul diantisipasi terutama untuk kepala dinas pariwisata kota Baubau agar tidak mengampangkan sesuatu," pungkasnya.