Berita Terkini
Baubau

Cegah Pandemi Covid-19, Gilang: Tim Gerak Cepat Baubau Harus Segera Action

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 16 Maret 2020 15:42 WIB · 2 menit baca
Cegah Pandemi Covid-19, Gilang: Tim Gerak Cepat Baubau Harus Segera Action

PUBLIKSATU - Pandemi virus Corona (Covid-19) yang merambah ke Indonesia kini telah ditetapkan sebagai bencana nasional. Hal ini berdasarkan Undang-undang bencana No 24/2007 ada 3 jenis bencana yakni bencana alam, bencana non-alam dan bencana sosial. Bencana terkait covid-19 termasuk kategori bencana non alam (wabah atau pandemi).

Saat ini hampir setiap daerah di Indonesia melakukan lock down pusat keramaian dan meliburkan sekolah setidaknya sampai 14 hari ke depan. Juga termasuk di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Anggota DPRD Baubau, Noor Gemilang Siradja mengatakan, seiring dengan bertambahnya jumlah pengidap covid-19, ia berharap pemerintah kota segera melakukan langkah-langkah strategis dalam menyikapi hal tersebut mengingat Baubau adalah kota dagang dan jasa, juga kota wisata yang dengan mobilitas orang cukup tinggi.

Tim gerak cepat yang sudah dibentuk oleh Pemkot Baubau diharapkan dapat segera action.

"Tim gerak cepat harus segera action. Tidak hanya itu, perlu langkah tegas untuk meminimalisir masuknya covid-19 diantaranya lock down beberapa titik keramaian. Terlebih sudah ada instruksi dari presiden agar sekolah-sekolah, kampus dan tempat-tempat lain yang dianggap rawan dihentikan aktivitasnya untuk sementara waktu. Juga kaitannya dengan sarana dan prasarana kesehatan yang harus dioptimalkan," kata Noor Gemilang Siradja kepada redaksi Publiksatu.co melalui pesan Whatsapp.

Lanjut kata dia, dalam kondisi seperti ini tentu mengakibatkan kepanikan sehingga ada saja oknum yang memanfaatkan situasi yang pada akhirnya terjadi kelangkaan, seperti masker dan hand sanitizer. Olehnya itu ia meminta kepada pemerintah dan Polres Baubau untuk menindak tegas oknum tersebut.

Lebih dari itu, politisi Hanura itu mengapresiasi langkah antisipatif pemerintah menolak kedatangan kapal pesiar yang mengangkut wisman dari beberapa negara.