Lifestyle

Golongan Darah A Kemungkinan Lebih Berisiko Tertular COVID-19, Benarkah?

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Kamis, 19 Maret 2020 17:46 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Golongan Darah A Kemungkinan Lebih Berisiko Tertular COVID-19, Benarkah?

PUBLIKSATU – Seseorang dengan golongan darah A kemungkinan lebih rentan terhadap infeksi virus Korona jenis baru. Sementara mereka dengan golongan darah O tampaknya lebih resisten atau kuat. Data itu diungkap menurut sebuah studi pada pasien di Tiongkok yang tertular penyakit yang dikenal sebagai COVID-19.

Peneliti medis di Tiongkok mengambil pola golongan darah lebih dari 2 ribu pasien yang terinfeksi virus di Wuhan dan Shenzhen dan membandingkannya dengan populasi orang yang sehat pada penduduk setempat. Peneliti menemukan bahwa pasien golongan darah A menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi dan mereka cenderung mengalami gejala yang lebih parah.

Para peneliti mengatakan studi ini bisa menjadi pertimbangan bagi tenaga medis dalam menangani pasien. Khususnya bisa ada perbedaan golongan darah ketika merencanakan langkah-langkah mitigasi atau merawat pasien.

“Orang-orang dari golongan darah A mungkin perlu secara khusus memperkuat perlindungan pribadi pada imunnya untuk mengurangi kemungkinan infeksi,” tulis para peneliti yang dipimpin oleh Wang Xinghuan bersama Pusat Pengobatan Berbasis Bukti dan Terjemahan di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, seperti dilansir dari South China Morning Post, Rabu (18/3).

“Pasien yang terinfeksi Sars-CoV-2 dengan golongan darah A mungkin perlu menerima pengawasan yang lebih waspada dan perawatan yang agresif,” tulis Wang.

Sebaliknya, golongan darah O memiliki risiko yang secara signifikan lebih rendah untuk terkena penyakit menular dibandingkan dengan golongan darah bukan O. Itu juga diungkap pada sebuah makalah yang mereka terbitkan di Medrxiv.org pada 11 Maret.

Dari 206 pasien yang meninggal akibat COVID-19 di Wuhan, 85 jiwa di antaranya memiliki darah tipe A, yang 63 persen lebih banyak daripada 52 jiwa dengan tipe O. Pola ini ada pada kelompok usia dan jenis kelamin yang berbeda.

Bagikan