Berita Terkini
Opini

Covid-19, Kapitalisme Bisa Apa?

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Selasa, 31 Maret 2020 01:42 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Covid-19, Kapitalisme Bisa Apa?

Oleh : Funarno Juriadin P.

(Ketua Gema Pembebasan Kota Baubau)

PUBLIKSATU, Dunia kini sedang berduka, sebuah virus mematikan corona virus (Covid-19) menyerang secara tiba-tiba. Mulai dari negara China, tepatnya di Kota Wuhan.

Virus itu kini sudah menyebar hampir ke seluruh dunia. Seperti yang dilansir oleh https://www.cnbcindonesia.com/

tidak sedikit yang meninggal akibat Covid19.

Kasus pasien positif corona di dunia kini sudah mencapai 722.196 kasus. Berdasarkan situs Worldometers, angka kematian mencapai 33.976 sedangkan pasien sembuh 151.766 per Senin (20/3/2020).

Semenatara itu, dikutip dari Covid19.go.id, tercatat di Indonesia ada 1.046 kasus,

terdapat 87 kasus meninggal dan 46 pasien berhasil sembuh. Sehingga kini ada 913 orang yang dalam perawatan tersebar di 28 Provinsi https://tirto.id/eJf3.

Dibanding dengan populasi dunia sekitar 7 miliar lebih, tampaknya dalam kacamata Kapitalisme angka 722.196 kasus positif dan meninggal mencapai 33.976 orang, bukan masalah.

Itu bisa dlihat dari tidak beraninya untuk melakukan lockdown total. Kapitalisme lebih mengutamakan perputaran ekonomi dibandingkan nyawa.

Sebuah pertanyaan besar yang patut dilontarkan

Saat wabah Covid-19 melanda dunia, termaksud Indonesia didalamnya, kapitalisme bisa apa?

Rakyat seharusnya sudah sadar, wabah Covid-19 menjadi pelajaran. Bagi kita, bahwa kapitalisme bukanlah solusi untuk diterapkan.

Bagikan