Lockdown dan Teladan Umar al-Faruq; Antara Kemestian, Kepanikan dan Siasat Pasar
Bagikan

Oleh: Sunarwan Asuhadi
(Ketua MASIKA ICMI ORDA Wakatobi)
PUBLIKSATU, Miris kita mendengar situasi di sejumlah tempat telah mendapatkan dampak yang luar biasa akibat mewabahnya Covid-19, bahkan menuju kepada keadaan krisis sosial dan ekonomi. Di Italia, yang dalam sejarah kita kenal sebagai salah satu pusat peradaban Imperium Romawi, saat ini tengah merasakan masa-masa sulit akibat wabah Covid-19 ini.
Diberitakan Kompas (29/03/2020), bahwa harian La Repubblica, mewartakan tentang sekelompok orang memasuki supermarket di Palermo dan pergi tanpa membayar. Kemudian di kota lain di Sisilia, Corriere della Sera memberitakan pemilik toko kecil ditekan oleh penduduk sekitar untuk memberi makanan. Terjadi potensi penjarahan di sejumlah tempat setelah lockdown berlangsung dalam tiga pekan.
Sementara itu di India, negara pewaris peradaban Mahenjo-Daro dan Harappa, bahkan merupakan salah satu negara yang diprediksi oleh NIC akan memimpin dunia pada tahun 2020, dengan sebutan Davod World bersama China, saat ini mengalami dampak sosial akibat ‘infeksi’ Covid-19 yang cukup parah.
Setelah berlangsung lockdown selama lima hari, di India terjadi kekacauan, mulai dari ketidakpatuhan warga terhadap larangan mudik, tutupnya sejumlah pabrik, menyebabkan jutaan orang terlantar dan tanpa makan (Kompas, 30/03/2020).
Lain lagi di Amerika Serikat, negara pemimpin ideologi kapitalisme dunia ini, merupakan negara dengan rating kasus Covid-19 tertinggi. Bukan hanya bahan pangan saja yang banyak dicari warga Amerika Serikat, tetapi trend pembelian senjata dan amunisinya meningkat drastis.
Pembelian senjata tersebut, banyak dilakukan oleh orang Asia-Amerika, yang menurut beberapa sumber merupakan upaya persiapan warga dari ancaman kekerasan yang mungkin terjadi selama krisis Covid-19 ini (AyoBandung.Com, 17/03/2020).