Berita Terkini
Opini

Kemaslahatan Pasca-Covid-19

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Senin, 6 April 2020 02:51 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Kemaslahatan Pasca-Covid-19

Oleh: Sunarwan Asuhadi

(Ketua MASIKA ICMI ORDA Wakatobi)

PUBLIKSATU, Mengagetkan. Harian The Epoch melaporkan ada 21 juta pengguna ponsel di China tiba-tiba lenyap atau tidak aktif dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu memicu dugaan korban meninggal karena pandemi corona di China jauh lebih tinggi dari angka yang dilaporkan (Beritaislam, 02/04/2020).

Jika ini benar, maka Covid-19 ini terbukti memakan korban yang demikian banyak. Belum terhitung korban dengan ‘fenomena gunung es’ di berbagai tempat di seluruh dunia. Yang tidak terdata tentu jauh lebih banyak, dari data yang dilaporkan.

Di Indonesia sendiri, terjadi perbedaan data korban meninggal antara Pemerintah Pusat, dengan Pemerintah Daerah. Khususnya DKI Jakarta. Pemerintah DKI merilis korban jauh lebih banyak daripada yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat.

Belum lagi, kehebohan lain, terkait dampak Covid-19 di tanah air. Liputan6.com (01/04/2020) mewartakan sejumlah narapidana akan bebas dari lapas/rutan/LPKA seluruh Indonesia. Yakni sebanyak 30.000 lebih narapidana dan anak.

Pembebasan puluhan ribu narapidana ini untuk pencegahan dan penanggulangan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Ini mengandung makna, penegakan hukum sebagai salah satu fungsi negara, menjadi sulit ditunaikan. Oleh karena sulitnya menegakan protokol perlindungan warga di rutan dari serangan Covid-19.

Bagikan