Berita Terkini
Opini

Solidarity Maker

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 11 April 2020 04:10 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Solidarity Maker
Sunarwan Asuhadi

Oleh: Sunarwan Asuhadi

(Pengusung Ide Kolaboratokrasi Pembangunan Masyarakat)

Hari ini, saya mendapatkan dua pelajaran berharga tentang kepemimpinan. Di awal siang saya membaca kisah kepemimpinan dari instagram Ust. Tengku Dzulkarnain. Yang kedua di awal malam, dari guru saya, guru meta-fasilitasi. Melalui postingan di suatu grup WhatsApp.

Meta-fasilitasi ini tentu saja bukan cabang ilmu filsafat (metafisika), apalagi ilmu tentang dunia gaib. Tapi salah satu ilmu fasilitasi masyarakat, untuk pembangunan masyarakat.

Saya dan kawan-kawan memanggil guru saya ini dengan sebutan Pak Aji (Haji) Ashar. Pak Aji ini memiliki murid hampir diseluruh kabupaten di Sulawesi. Termasuk aparatur pemerintah, selain aktivis LSM, aktivis organisasi skala desa, dan lain sebagainya.

Ilmu meta-fasilitasi ini diajarkan melalui program Community Development (CD) tahun 2008-2012. Suatu program kerjasama Provinsi se-Sulawesi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Selama ± 5 tahun, kami hanya berdiskusi tentang peran fasilitator: membantu masyarakat melakukan analisa terkait keadaan yang mereka hadapi. Agar mereka mendapatkan jalan keluar.

Tapi, malam ini nampaknya beliau keluar dari kebiasaannya. Tak berujar sebagai guru para Master Fasilitator. Gara-gara Covid-19.

Bagikan